Kalimantan

Kabut Asap Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Sempat Masuk Level Berbahaya

Kabut Asap Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Sempat Masuk Level Berbahaya © mili.id

Mili.id– Kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sempat mencapai level berbahaya akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026) dini hari sebelum perlahan membaik pada pagi hari, meski masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Data pemantauan konsentrasi partikulat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menunjukkan puncak pencemaran udara terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, konsentrasi partikulat hampir menyentuh angka 300 mikrogram per meter kubik, sehingga masuk kategori Berbahaya dan bertahan hingga pukul 02.00 Wita.

Baca juga: Wagub Kalsel Ingatkan Generasi Muda Jangan Lupakan Jasa Pahlawan Kalimantan

Menjelang subuh, kualitas udara mulai mengalami perbaikan. Pada pukul 03.00 Wita, konsentrasi partikulat turun menjadi sekitar 190 mikrogram per meter kubik, namun masih tergolong sangat tidak sehat. Hingga pukul 06.00 Wita, kondisi udara di Banjarbaru belum sepenuhnya pulih dan tetap berada pada level yang berisiko bagi kesehatan.

Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Wiji Cahyadi, membenarkan bahwa kualitas udara di Banjarbaru mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kondisi serupa juga sempat terjadi pada Jumat (24/7/2026), ketika kualitas udara memburuk pada pagi hari sebelum berangsur membaik.

"Secara umum memang begitu kondisinya. Pada dini hari hingga pagi, kualitas udara di Banjarbaru cenderung tidak sehat," ujarnya.

Baca juga: Jalur Kunjungan Presiden Prabowo di Kalsel Disterilkan, Kendaraan Parkir Sembarangan Siap Diderek

BMKG menduga memburuknya kualitas udara dipengaruhi oleh aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, ditambah kondisi atmosfer yang relatif stabil sehingga polutan terperangkap di dekat permukaan tanah.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan. Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga memperparah penyakit kronis seperti asma dan gangguan paru-paru.

Menyikapi situasi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari saat konsentrasi polutan masih tinggi. Warga juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menutup ventilasi saat kualitas udara memburuk, serta rutin memantau informasi kualitas udara yang dirilis BMKG.

Baca juga: Asap Tipis Selimuti Banjarbaru, Kalsel Usai Magrib, Warga Keluhkan Udara Lembap dan Pengap

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Kabut asap akibat karhutla kembali menjadi ancaman serius di Kalimantan Selatan pada musim kemarau tahun ini. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, penurunan kualitas udara juga menjadi peringatan penting bagi semua pihak untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan agar dampaknya tidak semakin meluas.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait