Dindik Jatim Sebut Sistem SPMB di Banyuwangi Trouble, Beri Solusi Alternatif
Kamis, 03 Jul 2025 15:10 WIBSetidaknya ada 120 (perbaikan data dari jumlah sebelumnya 123) calon murid yang ditolak sekolah, akibat terdampak kesalahan sistem.
Setidaknya ada 120 (perbaikan data dari jumlah sebelumnya 123) calon murid yang ditolak sekolah, akibat terdampak kesalahan sistem.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengungkapkan SPMB jenjang SMA/SMK sudah masuk di tahap 3.
"Kuota pada jalur ini sesuai juknis (petunjuk dan teknis) kami sediakan 25 persen dari total daya tampung sekolah," ujar Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai.
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat memantau pelaksanaan SPMB 2025 di SMA Negeri 1 dan 2 Surabaya.
Hingga 15 Juni 2025 pukul 12.09 WIB, baru 293.789 Murid atau 45,14 persen yang telah mengajukan PIN secara daring.
Untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba, kuota total untuk SMA sejumlah 40 persen dan SMK sejumlah 25 persen.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengimbau calon murid baru agar memanfaatkan dengan baik kesempatan ini.
"Saya harapkan selama proses SPMB, terutama pengambilan PIN tidak ada masyarakat yang kesulitan," ujar Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai.
Calon siswa baru diminta untuk menentukan titik lokasi domisili rumah dengan aplikasi geolokasi secara mandiri.
SPMB di Jatim tahun ini, Dindik Jatim telah memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) Senopati.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menjelaskan, pihaknya memiliki 32.985 operator dalam SPMB 2025.
"Tahun pertama pembukaan SMAN 2 Taruna Pamong Praja ini antusiasme masyarakat cukup tinggi," ungkap Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita) merinci 3 rayon di wilayahnya dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 ini.
Perubahan SPMB 2025 memang tidak terlalu signifikan.
Simulasi pendaftaran, termasuk untuk jalur domisili, direncanakan dapat diakses pada pekan mendatang.