NUConomic" berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala "Nahdlatut Tujjar"
Selasa, 14 Apr 2026 12:35 WIBNUConomic" berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala "Nahdlatut Tujjar"
NUConomic" berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala "Nahdlatut Tujjar"
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengapresiasi langkah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo yang tetap mengutamakan khidmat dan pengabdian organisasi
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jatim, IROPIN Jatim, dan NU Care-LAZISNU PWNU Jatim. Pelaksanaan acara ini juga bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80.
Hal itu disampaikan Gus Kikin menjawab isu netralitas PWNU Jatim di tahun politik 2024.
Menurut Gus Kikin, penunjukan dirinya diawali dengan pembicaraan-pembicaraan di Tebuireng, Jombang.
Cucu pendiri NU Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari itu ditunjuk melalui rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta.
"Sudah muncul beberapa nama, tidak dari PW (PWNU Jatim)," Ketua Bidang Keagamaan PBNU, KH. Ahmad Fahrur Rozi.
"Akan diputuskan dalam gabungan Syuriah dan Tanfidziyah PBNU. Maksimal dua minggu lagi," ujar Ketua Bidang Keagamaan PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi.
Surat keputusan PBNU tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan tiga hal.
"Kalau nggak ikut saya nggak mau mengomentari. Kalau dia ikut baru. Kalau dia denger - denger, kita enggak bisa nanggepin," ucap Gus Ipul.
"Saya pastikan, ini bukan karena faktor politik. Ini karena semata-mata soal mis management," kata Gus Ipul.
Mantan Wakil Gubernur Jatim itu mengatakan bahwa proses penggantian Ketua PWNU Jatim kepada PW itu, diberikan waktu selama 2 minggu ke depan.
Gus Ipul tidak menjelaskan secara terperinci masalah yang terjadi di Cabang Jombang. Dikatakan juga, bahwa KH Marzuki juga sudah melanggar sebuah aturan.
"Tidak dipecat, hanya diberhentikan sebelum waktunya. Itu masalah internal," tegas Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).