Dari Bangku Sekolah ke Panggung Fashion, Eudia Isabella Ukir Karier Gemilang
Jumat, 24 Apr 2026 18:42 WIBDari Bangku Sekolah ke Panggung Fashion, Eudia Isabella Ukir Karier Gemilang
Dari Bangku Sekolah ke Panggung Fashion, Eudia Isabella Ukir Karier Gemilang
“Selama ini karya SMK kita dikenal di tingkat nasional. Kini, melalui Centrestage, kita membuktikan bahwa karya pelajar Jawa Timur juga layak bersaing di tingkat internasional,” ujar Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai.
Program Studi Fashion Product Design and Business, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar Fashionology 2025.
Kesan vintage diperkuat dengan motif batik modern yang disematkan pada detail pita dan kerah, serta dominasi motif topeng tradisional pada rok yang mengangkat nilai budaya lokal.
Warna hitam digunakan untuk menyamarkan kekurangan, sedangkan warna terang digunakan untuk menonjolkan kelebihan tubuh Anda.
Batik Fashion Fair 2024 merupakan salah satu pameran mode terbesar di Surabaya, yang mempertemukan berbagai pelaku industri batik dari berbagai daerah.
Agar tetap relevan, desainer pun perlu menguasai teknologi-teknologi terbaru agar mengikuti perkembangan zaman.
Dalam penampilan kali kedua di JMFW ini, Pemkot Mojokerto berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Mojokerto, serta desainer Isyam Syamsi dengan mengusung tema "The beauty of Wastra Wilwatikta”.
Enrico menjelaskan bahwa ada 10 karya untuk Surabaya Fashion Parade 2024 dan 10 karya lagi untuk Festival Hitado Hutaraja di 2 November 2024 nanti.
Ada serangkaian acara menarik yang ikut memeriahkan, seperti Exhibition, Workshop, Competition, Talkshow, dan Fashion Show.
Dengan 30 persen bahan yang digunakan adalah hasil daur ulang kantong pupuk yang sudah tidak digunakan.
Selama gelaran JFC, Watashi Jajan Pasar Terima Pesanan 800-1.000 kotak makan per hari.
"Kebanyakan pingsan disebabkan heatstroke. Karena cuaca dan kondisi (fisik) mereka," ungkap dr. Fungky Anthony.
Grand Carnival JFC 2024 menampilkan 10 defile, meliputi Wayang, Chess, Versailles, Media, Betta Fish, Climate Change, Zodiac, Fairy, Jember, dan Rio.
Karya busananya itu, kata Migi, diciptakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaannya bagi sang inisiator JFC Dynand Fariz.