Busana yang ditampilkan di JFC .
Jember - Di balik dari puluhan busana mewah yang ditampilkan saat pagelaran Jember Fashion Carnival (JFC), beberapa hari yang lalu itu, ternyata harga bahan bakunya jauh dari kata mahal, sebab dibuat dengan menggunakan daur ulang kantong pupuk.
Sebanyak 20 busana itu dibuat oleh UMKM binaan Pupuk Indonesia Group, dan dua busana diantaranya itu dibuat oleh UMKM binaan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, bersama Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA PI) Group dan Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA PG).
Baca juga: Terang Paskah Bersinar di Kapel Kodam Kalideres, Ibadah Khidmat Perkuat Iman dan Kebersamaan
"Ini menjadi bukti jika Petrokimia Gresik bersama PIKA PG mendorong UMKM binaan khususnya yang bergerak di wastra atau kain tradisional yang sarat akan makna budaya nusantara untuk go international," kata Ketua PIKA PG, Atiek Dwi Satriyo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Rabu (7/8/2024).
Masih menurut Atiek jika Petrokimia Gresik memiliki komitmen dalam memajukan UMKM untuk bisa bersaing di pasar global.
"PIKA PG mengambil peran dengan melakukan pendampingan dan mengikutkan mereka dalam berbagai ajang baik di level nasional maupun internasional," sambung Atiek.
Terkait desain dari busana berbahan kantong pupuk itu, lanjut Atiek, terbilang unik.
Dengan 30 persen bahan yang digunakan adalah hasil daur ulang kantong pupuk yang sudah tidak digunakan.
"Selain itu, artwear ini didesain langsung oleh tangan kreatif anggota PIKA PG di bawah arahan Ibu Atiek Dwi Satriyo serta menggandeng desainer ternama Denny Darmawan dan Imam Syafi’i," ungkapnya.
Dari hasil busana unik yang dibuatnya itu, menurut Atiek, dinilai berpotensi dan bagus.
Baca juga: Ketua KONI Jatim Apresiasi Erick Thohir Cabut Permenpora 14/2024, Bukti Komitmen
"Sehingga pada gelaran JFC tahun 2024 ini. Ikut tampil di ajang berlevel nasional dan internasional ini. JFC merupakan salah satu ikon Indonesia di dunia internasional dan masuk dalam “Top 10” event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 Kemenparekraf RI. Keikutsertaan di JFC 2024 merupakan upaya kami bersama untuk mendorong UMKM perluasan pasar mereka," ulasnya.
Ada dua UMKM binaan Petrokimia Gresik bersama PIKA PG yang dilibatkan dalam kegiatan ini, keduanya adalah Batik Bangsawan Tuban dan Tenun Zaenal Gedog.
"Perusahaan bersama PIKA PG melakukan pembinaan terhadap UMKM melalui peningkatan kompetensi sehingga dapat menghasilkan produk yang bersaing di tingkat nasional maupun global. Pembinaan juga dilakukan dengan mengikutsertakan pelaku UMKM tersebut di sejumlah pameran, khususnya yang berskala dunia," pungkasnya.
Terkait adanya even bergengsi JFC yang disebut mendukung perputaran ekonomi UMKM, juga dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto.
Baca juga: Menpora Erick Thohir: 191 Permen Disederhanakan dan Pencabutan Permenpora No 14/2024
"Tahun kemarin omzet kita (dari gelaran JFC 2023), kurang lebih Rp 12,745 miliar itu dari UMKM. Tahun ini semoga lebih banyak," kata Hendy saat dikonfirmasi terpisah oleh sejumlah wartawan.
Artinya dari even JFC yang digelar setiap tahun tersebut memiliki multi player effect. Kata Hendy, terlebih dengan mendukung serta meningkatkan omset para pelaku UMKM di Jember.
"Sehingga perputaran perekonomian yang ada di Kabupaten Jember berjalan dengan baik,” ungkapnya.
"Dengan demikian, karnaval di Jember tidak hanya merayakan kebudayaan lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pembangunan ekonomi dan keberlanjutan pariwisata di kota Jember," sambungnya.
Editor : Aris S
