Wanita Mojokerto Produksi Ecoprint Hingga Tembus Mancanegara

Wanita Mojokerto Produksi Ecoprint Hingga Tembus Mancanegara © mili.id

Luluk Pangestuti menunjukkan hasil pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri. (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Berawal dari kegemaran mendaki gunung semasa kuliah, membuat ibu 3 anak asal Kabupaten Mojokerto ini tergerak memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di lingkungan sekitarnya menjadi barang bernilai jual.

Di tahun 2020 awal mula Luluk Pangestuti (42), memulai ketertarikannya akan pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri, hingga akhirnya tembus ke pasar lokal maupun mancanegara.

Baca juga: Laporan Keuangan Dinyatakan Wajar, BAZNAS Mojokerto Pertahankan Predikat WTP

Untuk dalam negeriproduknya sudah masuk di Surabaya, Bandung, Jakarta, Kalimantan, Batam, sedangkan untuk mencanegara sudah merambah Turki dan Australia.

"Awalnya karena saya suka berpetualang ke hutan, naik gunung dulu (sebelum menikah). Terus belajar produk ini di pelatihan, kok ramah lingkungan semuanya bisa dimanfaatkan sampai ke limbahnya," ujar Luluk.

Sedangkan bahan baku yang digunakan Luluk menggunakan dedaunan khusus yang ditanamnya sendiri dan dibelinya dari pengepul di wilayah Pacet.

Seperti daun kayu lanang, daun afrika, dan daun jarak wulung yang bisa menghasilkan warna alami pada kain berbahan primisima, rayon, blacu, katun (3d), sutra, dan katun paris.

Kini Luluk pun terus memproduksi kain ecoprint sampai 20 helai per harinya bersama 3 pekerjanya.

Baca juga: BULOG Mojokerto Salurkan 810 Ribu Liter MinyaKita, Jaga Harga Tetap Stabil di Tiga Daerah

Bahkan, ia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan berbagai macam variasi barang dengan bahan ecoprint produksinya, mulai dari tas, sandal, sepatu, taplak meja, tempat tisu.

"Yang kaya warna orange itu pakai daun kayu lanang, itu warna semua dari noda warna daun itu sendiri," beber pemilik NaySyifa Craft.

Ia pun sukses membangun usaha NaySyifa Craft dengan omset Rp 25 juta per bulan dan karya-karyanya menjadi pilihan salah satu produk unggulan mitra binaan Pertamina di tahun 2023 lalu.

Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data

Kesuksesan ini tak serta merta ia rintis sendiri, melainkan atas dukungan sang suami Arif Nurdiyanto (43), yang turut membantu dalam proses produksi maupun pemasaran, sembari bertugas menjadi abdi negara sebagai seorang bhabinkamtibmas di Polres Mojokerto Kota.

"Suami saya sangat membantu produksi, pameran kemanapun diantar. Kemana-mana selalu didukung," imbuhnya dengan semringah di Gallery NaySyifa Craft, Perum Wikarsa, Kecamatan Puri.

Produk ramah lingkungan miliknya pun dibanderol dengan harga yang bervariatif. Untuk kain rayon mulai dari Rp 150.000, katun Rp 300.000, dan kain sutra Rp 1 juta. Sementara, harga pakaian jadi, sepatu, dan tas mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 750.000.

Editor : Aris S



Berita Terkait