Dituding Lecehkan Sejumlah Calon Model, Fotografer di Jember Mengadu ke Kades

Dituding Lecehkan Sejumlah Calon Model, Fotografer di Jember Mengadu ke Kades © mili.id

Kades Balung Kulon, Langgeng Supriyanto (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Fotografer di Jember yang dituding melecehkan sejumlah calon model mengadu ke kepala desa (desa), tempatnya tinggal.

Hal itu disampaikan Kades Balung Kulon, Langgeng Supriyanto. Katanya, fotografer berinisial AP (25), salah satu warganya itu sempa datang ke kantor desa sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Baca juga: Sejumlah Calon Model Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seksual Fotografer di Jember

Katanya, AP datang ke kantor desa, dengan maksud meminta saran, terkait tudingan pelecehan seksual yang ditujukan padanya, hingga viral di media sosial (medsos).

"Tadi warga saya curhat atau mengadu tentang viralnya dia di medsos. Dia menceritakan hanya tidak mendalam. Dia merasa dirugikan dengan adanya informasi viral itu," jelas Langgeng ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.

"Akhirnya saya memberikan petunjuk kepada yang bersangkutan, untuk segera lapor atau menghadap kepada kepolisian, supaya cerita tentang hal tersebut," sambungnya.

Atas saran kades itu, AP dikabarkan langsung menghedap ke polisi.

"Setelah datang ke kantor, dan cerita tentang hal viral itu, dia langsung datang ke kepolisian. Dari kepolisian itu, dia mendapat petunjuk dan mencari pengacara guna membela permasalahan itu," beber Langgeng.

Selain itu, Langgeng juga menyarankan agar AP tetap berdiam diri di rumah.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Sementara ini yang saya lakukan, berkaitan dengan hal yang viral tersebut, saya meminta yang bersangkutan untuk tetap tinggal di tempat. Dalam artian dia mengkaji apa yang telah dia lakukan. Agar permasalahan tersebut tidak melebar ke mana-mana," bebernya.

Selain diviral salah satu korban di medsos, kasus dugaan pelecehan seksual ini juga dilaporkan sejumlah calon model ke Polres Jember.

Para model yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual adalah RR (19) asal Banyuwangi, dan M (23) asal Tuban.

Kemudian dua perempuan asal Jember, yakni R (20) asal Kecamatan Jenggawah, dan AY (20) asal Kecamatan Balung.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

Salah satu model, AY mengaku, modus AP yaitu menawari para korban untuk dipotret sebagai foto model.

Menurut AY, korban kurang lebih 30 orang. Namun dari jumlah itu, baru beberapa di antaranya memberanikan diri untuk membuat laporan polisi.

"Awal mulanya dia mengirim pesan lewat DM di Instagram. Kemudian dia chat dan tanya-tanya. Kira-kira mau gak jadi model foto untuk kemudian dipasang di feed Instagramnya. Setelah itu dia minta kita untuk membawa satu buah dress hitam. Kemudian basa basi di DM, lalu dia minta nomor WA," terang AY di Mapolres Jember.

"Setelah kita kasih, ada beberapa korban yang datang ke lokasi studio foto miliknya. Tapi ternyata di sana, gak sesuai dengan ekspektasi. Kami para korban malah mendapat perlakuan tidak senonoh," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait