Viral Lapangan Sepak Bola Keren Milik Desa di Jember

Viral Lapangan Sepak Bola Keren Milik Desa di Jember © mili.id

Penampakan lapangan sepak bola milik desa di Jember (Foto: Tangkapan layar video viral)

Jember - Lapangan sepak bola di Dusun Krajan Utara, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember ini viral.

Dari video yang beredar luas di media sosial (medsos), lapangan sepak bola milik desa itu tampak keren, dengan rumput mirip lapangan sepak bola berstandar internasional, meski tanpa dilengkapi tribun penonton.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Menurut Pengelola Lapangan Sepak Bola, Fendy Desember, luas lapangan sepak bola itu sesuai dengan standar nasional, yaitu dengan panjang kisaran 90-120 meter dan lebar sekitar 45-90 meter.

"Untuk luas lapangan memang standar nasional yang ditentukan PSSI. Makanya lapangan sepak bola kami ini banyak dikunjungi. Banyak klub sepak bola yang ingin bermain di lapangan kami. Meskipun lokasinya di desa, tapi jadi banyak yang pengen tahu," ungkap Fendy, Kamis (9/5/2024).

Fendy mengaku bahwa sebelumnya lapangan sepak bola tersebut tidak terawat.

"Dulu masih kurang terawat dan rumputnya tidak seperti itu. Tapi sekitar pertengahan Tahun 2023, ada keinginan masyarakat sekitar yang sama-sama pecinta bola. Memiliki inisiatif, bagaimana agar lapangan sepak bola ini layak dan jadi tempat berlatih sepak bola yang nyaman," terang dia.

Dari keinginan yang sama itu, lanjutnya, dimulailah pengumpulan dana secara swadaya, juga didukung pemerintah desa. Untuk mulai melakukan perbaikan lapangan.

"Kalau rumputnya biasa mas, bukan yang seperti rumput lapangan sepak bola kelas nasional ataupun internasional. Tapi kami secara rutin selalu melakukan perawatan. Setiap sebulan sekali dilakukan pemotongan rumput, sehingga jadi bagus seperti sekarang. Bersih-bersihnya rutin dilakukan bersama," jelasnya.

Penampakan lapangan sepak bola milik desa di Jember (Foto: Tangkapan layar video viral)Penampakan lapangan sepak bola milik desa di Jember (Foto: Tangkapan layar video viral)

Katanya, butuh waktu kurang lebih satu bulan untuk perbaikan lapangan.

"Semua gotong royong. Untuk biaya yang dihabiskan kurang lebih Rp5 juta, untuk beli jaring gawang kurang lebih Rp2 juta. Sisanya perbaikan," sambungnya.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

Terkait perawatan dan perbaikan lapangan menjadi layak seperti sekarang, Fendy menyebut hal itu dilakukan masyarakat desa setempat. Terutama anggota klub sepak bola di Desa Kertonegoro.

"Kan lapangan sepak bola itu dipakai bermain dan latihan klub sepak bola di tempat kami, namanya Remas FC Al Mujahidin. Jadi kita bersama-sama merawat dan memperbaiki. Alhamdulillah semangat yang sama, jadilah lapangan sepak bola ini," ujarnya.

Bahkan setelah ini, akan ada renovasi lagi untuk menyediakan tempat bagi pelaku UMKM. Nantinya akan dibangun secara swadaya dan didukung pemerintah desa untuk anggarannya.

"Alhamdulillah kepedulian bersama. Saya juga kebetulan punya usaha jual sate juga ikut menyumbang," sambungnya.

Dalam waktu dekat, kata Fendy, juga akan diadakan kompetisi sepak bola tingkat umum, pada 9 Juni 2024.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

Terpisah, Camat Jenggawah, Endro Lukito mengapresiasi lapangan sepak bola di Desa Kertonegoro itu. Katanya, pemerintah kecamatan setempat akan melakukan perawatan dan kolaborasi bersama untuk lapangan sepak bola tersebut.

"Pengelolanya itu Mas Fendy yang punya Sate Umar itu. Adanya lapangan sepak bola itu, alhamdulillah meningkatkan fasilitas olahraga sepak bola. Khususnya warga Desa Kertonegoro, umumnya bagi masyarakat Kecamatan Jenggawah," papar Endro.

Terkait pengembangan dan dimungkinkan lapangan sepak bola itu menjadi destinasi wisata baru, Endro menyampaikan bahwa hal itu tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan.

"Tinggal nanti kolaborasi bersama antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan dan mungkin Pemkab Jember. Sehingga memberikan manfaat bersama," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait