Mili.id – Setelah hampir sembilan tahun tidak menjalin komunikasi formal, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya akhirnya kembali bersilaturahmi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Senin (13/7/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi momentum penting bagi membaiknya hubungan kelembagaan antara PKB dan NU di Kota Pahlawan.
Baca juga: Khofifah Ajak MUI Perkuat Dakwah Digital Cegah Kerentanan Sosial
Ketua PCNU Surabaya, KH Masduki Toha, menyambut langsung kedatangan rombongan PKB Surabaya. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sejak sekitar tahun 2017 DPC PKB Surabaya tidak lagi melakukan kunjungan resmi ke kantor PCNU.
"Saya tidak tahu ada problem apa. Tapi kalau ada masalah kemarin, kita buang jauh-jauh. Ini bentuk khidmah kepada NU," ujar Masduki.
Ia menegaskan, PKB bukanlah pihak asing bagi Nahdlatul Ulama karena memiliki hubungan historis yang tidak bisa dipisahkan.
"PKB itu ibarat konco lawas," katanya.
Masduki juga mengingatkan besarnya potensi warga Nahdliyin di Surabaya. Dari sekitar tiga juta penduduk, mayoritas beragama Islam dan diperkirakan 65 hingga 70 persen merupakan warga NU.
Karena itu, ia berharap para kader PKB yang kini duduk di DPRD Surabaya mampu memperjuangkan kepentingan warga Nahdliyin melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
"Kami di sini punya umat. Di legislatif punya program dan anggaran. Aspirasi warga NU kami titipkan kepada PKB," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Surabaya, M. Faridz Afif, menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat dari keluarga besar PCNU Surabaya. Ia mengakui bahwa secara kelembagaan sudah cukup lama tidak ada kunjungan resmi dari PKB ke kantor PCNU, meski hubungan personal dengan para kiai tetap terjalin baik.
"Sejak 2017 sampai sekarang belum pernah bersilaturahmi. Tapi hubungan personal tetap berjalan baik. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali berkhidmah bersama PCNU Surabaya," ujarnya.
Afif menegaskan kedekatannya dengan NU bukan sekadar hubungan politik, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya. Ia mengaku tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama dan pernah aktif di berbagai organisasi kader.
"Saya kecil di sini. Pernah menjadi Ketua IPNU dan juga aktif di Ansor. Jadi NU saya tidak perlu diragukan, 24 karat," ucapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.
Baca juga: Pemuda di Kapuas Ditangkap Usai Diduga Bunuh Ayah Kandung, Polisi Sita Parang Berlumur Darah
Dalam kesempatan tersebut, Afif juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para kiai dan pengurus NU apabila terdapat aspirasi yang perlu diperjuangkan melalui jalur politik.
"Kalau ada kebutuhan atau aspirasi dari para kiai dan PCNU, tidak perlu sungkan. Tinggal sampaikan, Insya Allah kami siap membantu dan memperjuangkannya," tandasnya.
Silaturahmi ini dinilai menjadi sinyal kuat menghangatnya kembali hubungan antara PKB dan NU di Surabaya setelah hampir satu dekade tanpa komunikasi kelembagaan.
Lebih dari sekadar reuni "konco lawas", pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara organisasi keagamaan dan partai politik dalam memperjuangkan kepentingan umat serta mendorong pembangunan Kota Surabaya.
Editor : Redaksi
