Sepekan Terakhir, Rumah Sakit di Situbondo Dipenuhi Pasien DBD

Sepekan Terakhir, Rumah Sakit di Situbondo Dipenuhi Pasien DBD © mili.id

Pasien DBD di Rumah Sakit Mitra Sehat (RSMS) Situbondo. (Ist for Mili.id)

Situbondo - Sepekan terakhir, Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di Kabupaten Situbondo. Terbukti, sejumlah rumah sakit di Situbondo dipenuhi pasien akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Setiap hari diperkirakan lima hingga enam pasien DBD yang menjalani rawat inap disejumlah RS di Situbondo. Bahkan, hingga kini, tercatat sebanyak 45 pasien DBD di Situbondo, sebagian besar pasien DBD diketahui masih anak-anak.

Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026

"Kasus pasien DBD itu tercatat sejak bulan Januari hingga saat ini ada 45 pasien. Meski demikian, para pasien DBD sudah sembuh setelah menjalani perawatan di Puskesmas maupun di rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, dr Sandy Hendrayono, Senin (22/4/2024).

Menurut dia, puluhan pasien DBD tersebut tersebar disejumlah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Besuki dan Kecamatan Panarukan masing-masing empat orang. Kemudian Kecamatan Jatibanteng, Suboh, Bungatan, Panji, Kapongan, Asembagus dan Banyuputih masing-masing ada dua orang.

"Selain itu, di Kecamatan Mlandingan dan Kecamatan Sumbermalang terdapat satu orang positif DBD. Kemudian kecamatan Situbondo enam orang dan Kecamatan Arjasa tiga orang," bebernya.

Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel

Lebih jauh Sandy menambahkan, sejumlah rumah warga yang terjangkit DBD dilakukan fogging. Upaya tersebut untuk membasmi perkembangan nyamuk DBD.

"Memang setelah ada warga yang terjangkit DBD, itu petugas langsung melakukan fogging melalui petugas puskemas setempat," jelasnya.

Baca juga: Polres Situbondo Tambah Pos Pelayanan di Pelabuhan Jangkar untuk Pemudik

Sandy menegaskan, untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit DBD, pihaknya menghimbau kepada warga Situbondo, untuk tetap menjaga kebersihan dilingkungannya.

"Perkembangan nyamuk DBD saat ini cukup tinggi. Kondisi seperti itu disebabkan faktor perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau. Makanya, kami menghimbau kepada warga, untuk tetap menjaga kebersihan dilingkungannya," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait