Ilustrasi (iStock: PongMoJI)
Mili.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menetapkan 22 April sebagai Hari Demam Berdarah (DBD) Nasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mencegah bahaya penyakit DBD.
Berdasar data yang diterima Kemenkes pada 2024, DBD di Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun 2023 lalu. Rinciannya, ada 22.551 kasus DBD pada 2023 lalu, sedangkan di tahun 2024 ada 62.001 kasus.
Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna
Sementara angka kematian yang disebabkan oleh DBD pada 2023 ada 170 kasus, dan di tahun 2024 di minggu ke-15 tercatat ada 475 kasus, dengan sebaran tertinggi di wilayah Jawa Barat.
Penyebab DBD
DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, yang sebelumnya terinfeksi virus dengue dari penderita demam berdarah lainnya.
Ciri khas nyamuk ini adalah memiliki warna hitam-putih dan ukurannya kecil.
Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD lebih suka berkembang biak di tempat yang bersih, seperti bak mandi daripada di lingkungan kotor.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Nyamuk tersebut cenderung aktif menggigit manusia pada pagi dan sore hari. Meski demikian, DBD tidak dapat menular langsung antar manusia, ibu hamil ke janinnya selama masa kehamilan maupun saat melahirkan.
Gejala BDB
Demam berdarah kerap menyerang masyarakat yang tinggal di daerah tropis, apalagi saat memasuki musim penghujan. Genangan dan timbunan air yang tak segera dikuras dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Bentuk demam berdarah dibagi menjadi dua kategori yakni ringan dan parah, berikut gejala DBD ringan:
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
1. Demam >38°C.
2. Sakit kepala.
3. Nyeri otot, tulang atau sendi.
4. Perut terasa mual.
5. Muntah.
6. Ruam pada kulit.
7. Nyeri di belakang mata.
8. Pembengkakan kelenjar getah bening.
Jika gejala ringan tersebut tak segera diatasi, maka dalam beberapa hari ke depan akan berubah menjadi demam berdarah parah, berikut tanda-tandanya:
1. Demam tinggi di atas 40°C.
2. Sakit perut yang parah.
3. Muntah terus-menerus.
4. Pendarahan dari gusi atau hidung.
5. Urine, tinja atau muntahan selalu mengandung darah.
6. Pendarahan di bawah kulit yang berawal dari ruam hingga terlihat seperti memar.
7. Kesulitan hingga sesak bernapas.
8. Mudah lelah.
9. Kematian.
Editor : Aris S
