Fasilitas di penginapan Catimor Homestay Blawan yang berada di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. (Deni AW/Mili.id)
Bondowoso - Di era kolonial Belanda, banyak bangunan yang ditinggalkan dan saat ini masih terawat.
Salah satunya berupa penginapan di wilayah Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Baca juga: MYZE Hotel Sumenep Hadirkan The Late Shift Pikat Pecinta Kuliner
Catimor Homestay Blawan, begitulah namanya. Sebuah penginapan yang berada di kawasan PTPN XII Bondowoso.
Penginapan Catimur Blawan menawarkan sensasi menginap di kamar dengan desain Belanda banget.
"Desain kamar, ruang tamu hingga ruang makan tidak pernah diubah sejak zaman Belanda," kata Hadi, petugas penginapan kepada Mili.id, Minggu (31/3/2024).
Sehingga, katanya, jika seseorang ingin menginap sambil mengkhayal seolah berada di zaman Belanda, maka Catimor Homestay Blawan bisa menjadi salah satu pilihannya.
Pantauan Mili.id di lokasi, ruangan peninggalan Belanda memang berbeda dengan desain kamar penginapan modern.
Mulai dari dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu berlapis kapur, ranjang kayu, kursi rotan hingga cermin besar tertempel di dinding.
Baca juga: Grand Swiss-Belhotel Darmo Luncurkan HANA Japanese Fusion Eksklusif Surabaya
"Di sini ada 40 unit kamar. Selain yang peninggalan Belanda, juga dibangun kamar baru bernuansa modern," sebutnya.
Farhan, petugas lainnya mengatakan, untuk kamar peninggalan Belanda diberi nama Pasumah dan Blue Ocean. Sedangkan kamar desain modern diberi nama Cattura.
"Untuk tarif per malamnya pasti berbeda. Yang cattura antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per malam," terangnya.
Fasilitas Cattura bervariasi, terutama untuk tempat tidur yang berjumlah 1 single bed hingga triple bed.
Baca juga: Grand Swiss-Belhotel Darmo Gelar Nobar Final Piala Dunia Meriah
"Sedangkan Pasumah harganya Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu per malam. Lalu Blue Ocean tarifnya Rp 600 ribu per malam sebab ada TV nya dan double king bed," papar Farhan.
Menariknya lagi, di setiap kamar tersambung dengan kamar mandi yang menyediakan air hangat yang langsung teraliri dari air panas gunung Ijen Purba.
"Rata-rata yang menginap di sini para turis asing dan sebagian juga dari wisatawan lokal," tuturnya.
Editor : Aris S
