Terhipnotis Bansos Lebaran, Perhiasaan Emas Nenek Banyuwangi Dilucuti

Terhipnotis Bansos Lebaran, Perhiasaan Emas Nenek Banyuwangi Dilucuti © mili.id

Rahijo (80), warga Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, korban gendam bansos lebaran saat menunjukan lemari plastik tempat ia menyimpan perhiasan emas. (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Seorang nenek tua, Rahijo (80), mengaku terkena gendam (hipnotis) pria misterius, hingga perhiasan emas seberat 27 gram miliknya raib dibawa kabur pelaku.

Pengakuan itu disampaikan Rahijo saat ditemui di rumahnya Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi mengaku terhipnotis pria berkumis tipis berperawakan tegap pada Sabtu (23/03) lalu.

Baca juga: Pemkot Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

Saat itu pelaku datang mengendarai motor matik jenis Yamaha N-Max warna putih. Korban menyebut, kedatangan pelaku tak diduga jelang waktu berbuka tiba.

"Datang ujug-ujug ke sini, terus bilang mau mendata janda yang akan diberi bansos. Seingat saya sekitar pukul 5 sore. Waktu itu lagi masak sayur untuk makan berbuka," ujarnya kepada mili.id, Rabu (27/03/2024).

Rahijo menyebut, pelaku datang sendiri membawa dua sak beras isi 5 kg dan 2 kaleng isi biskuit. Katanya, barang tersebut merupakan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Senang mendengar kata bantuan, Rahijo pun serasa mendapat rezeki tak terduga, korban pun kemudian memenuhi segala persyaratan yang disyaratkan pelaku. Termasuk, menunjukkan identitas diri dan penghasilan bulanan.

"Diminta KTP terus didata berapa penghasilannya. Terus tak kasih tau (pelaku) kalau saya sudah gak bekerja. Ngandalin bantuan anak cucu. Maklum di rumah tinggal sendiri, suami sudah meninggal lama," cetusnya.

Perbincangan keduanya kemudian berlanjut, pelaku memberikan syarat terakhir kepada Rahijo, yakni mengambil foto untuk dikirim ke kantornya. Lagi, Rahijo pun mengamini syarat yang diisyaratkan pelaku.

Namun, anehnya Rahijo tak sadar jika sudah masuk kedalam tipu muslihat pelaku. Di sini, pelaku kemudian memintanya mengganti baju dekil yang dikenakan.

Menurut Rahijo, hal tersebut agar nampak seperti orang tak punya. Padahal, Rahijo memang orang tak punya. Katanya, pelaku meminta dia turut melepas perhiasan emas yang ia kenakan.

"Kalung sama gelang diminta (pelaku) untuk dilepas. Katanya untuk memenuhi syarat dapat bansos," katanya.

Semangat kemudian Rahijo lantaran persyaratan terima bansos hampir terpenuhi, Ia pun kemudian bergegas ke kamar mengganti baju.

Akan tetapi, Rahijo tak menyadari jika dirinya sedang dibuntuti pelaku. Ia pun tak sadar ketika telanjang, pelaku tepat berada dibelakang, dan dirinya dimintanya menunjukkan perhiasan emas yang dilepas tadi.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan

"Dimana samean simpan (kalung dan emas) yang tadi dilepas, gitu seingat saya pelaku bilang saat di kamar. Saya tunjukkan di saku baju yang tadi. Seingat saya juga tanya apa ada perhiasan lain," ujarnya.

Itulah percakapan terakhir yang diingat Rahijo. Selebihnya, ia tak ingat dan tahu menahu apa yang dilakukan pelaku selanjutnya, korban mengaku linglung, seperti terhipnotis, tak sadar sepenuhnya.

Saat terbangun dari setengah sadarnya, Rahijo melihat lemari baju miliknya sudah acak-acakan. Dilihatnya lagi, kalung dan perhiasan lain ikut raib, dirinya pun berteriak keras sembari menangis.

Tetangga pun kemudian menghampiri ketika mendengar jeritan Rahijo, mereka was-was karena nenek Rahijo kerap terjatuh di dalam rumah.

Namun teriakan Rahijo bukan karena jatuh melainkan emas pemberian mendiang suami raib.

Pelaku diduga kabur melalui pintu belakang, jarak beberapa menit sebelum Rahijo bangun dari pengaruh gendam. Pelaku pun sukses melucuti Rahijo dan membawa kabur perhiasan emas senilai Rp22 Juta.

Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru

"Jika dinilai harga sekarang sekitar hampir 22 juta rupiah. Heran saya kok tega itu orang. Ya allah," ujar Rahijo sembari menitihkan air mata.

Pelaku tetap memenuhi janjinya dengan meninggalkan beras dan biskuit di ruang tamu. Namun, tak sebanding dengan kerugian fantastis yang dialami Rahijo. Barang tersebut menurut Rahijo dibawa polisi usai melapor.

"Dibawa pak polisi. Katanya untuk barang bukti," katanya.

Sementara, Polsek Kalibaru telah menerima laporan atas peristiwa yang menimpa Nenek Rahijo. Hal itu dibenarkan Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata.

Yaman menuturkan, akan mengupayakan untuk mengungkap kasus tersebut. Pihaknya, juga telah meminta keterangan korban dan tetangganya.

"Sudah kita respons dan sudah kita tindaklanjuti untuk upaya mengungkap pelaku," ujarnya singkat.

Editor : Aris S



Berita Terkait