Penampakan Masjid Jami' Al Muhajirin Balikbakgunung, Desa Gunung Teguh, Pulau Bawean yang ambruk akibat gempa (Foto-foto: Rama Indra/mili.id)
Gresik - Masjid Jami' Al Muhajirin Balikbakgunung di Desa Gunung Teguh, Pulau Bawean ambruk akibat rentetan gempa sejak Jumat (22/3/2024).
Masjid itu ambruk ketika gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,5 terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik
Misbah, Ketua Tamir Masjid Jami' Al Muhajirin Balikbakgunung mengatakan, gempa merusak 75 persen bagian masjid. Menara roboh, atap utamanya runtuh.
"Gempa pertama itu terjadi menjelang Salat Jumat. Sudah ada banyak jamaah dan semua panik keluar masjid. Gempa kedua terjadi saat wirid setelah Salat Jumat. Beruntung saat itu tidak runtuh," ungkap pria 45 tahun itu ditemui mili.id, di lokasi, Minggu (24/3/2024).
Penampakan Masjid Jami' Al Muhajirin Balikbakgunung, Desa Gunung Teguh, Pulau Bawean yang ambruk akibat gempa
Setelah itu, masjid sudah dikosongkan, menyusul adanya kabar gempa susulan. Usai Salat Ashar, menara masjid beserta atap runtuh.
"Runtuhnya bangunan menara dan atap itu semua jamaah sudah pulang berada di luar masjid. Selain masjid, banyak bagunan madrasah, rumah-rumah dan juga sekolah dindingnya roboh," papar Misbah.
Akibat masjid rusak, lanjut Misbah, para jamaah melaksanakan salah di tempat pengungsian dan tarawih di masjid-masjid sekitar. Katanya, masjid sudah tidak difungsikan kembali, sampai adanya renovasi.
"Dengan kondisi masjid sedemikian, diputuskan bahwa masjid tidak lagi difungsikan. Tetapi saat ini warga masih kebingungan ketika akan melaksanakan salat jumat dan Salat Ied nanti, tambahnya.
Sementara salah seorang warga, Ahdiyah (68) menceritakan bahwa runtuhnya masjid tersebut. Awalnya dia mendengar suara seperti benturan keras di area masjid.
Penampakan Masjid Jami' Al Muhajirin Balikbakgunung, Desa Gunung Teguh, Pulau Bawean yang ambruk akibat gempa
"Macam bunyi bom yang meletup. Pertama menara ini jatuh dan kedua atap juga jatuh. Kerompang-kerompang. Setelah itu saya sudah tak sadar lagi," ungkap Ahdiyah.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran Saat Subuh, Getaran Terasa hingga Garut dan Tasikmalaya
Nenek ini mengaku pingsan. Dan setelah sadar, dia melihat masjid dekat rumahnya itu sudah dalam keadaan ambruk.
"Ya Allah, Allahu Akbar, masjid sebagai rumahku sudah tumbang. Tolong sudah tidak ada rumah. Soalnya pagi siang, sore malam salat berjamaah di sini," tutur dia.
"Bersyukur tidak ada korban jiwa. Ibadah jamaah sekarang masing-masing di rumah, tenda-tenda di depan rumah itu," pungkas Ahdiyah.
Editor : Narendra Bakrie
