Petani Situbondo panen blewah (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Situbondo - Naiknya harga blewah di bulan ramadan menjadi berkah bagi para petani Situbondo.
Saat ini, harga blewah mencapai Rp7 ribu per kilogram. Padahal sebelum bulan puasa, harganya hanya Rp4 ribu per kilogram.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
"Ini berkah bulan ramadan. Mahalnya harga blewah bukan karena tingginya permintaan konsumen, melainkan karena banyaknya petani yang gagal panen akibat cuaca ekstrem," ungkap Sunawi, petani asal Kendit, Situbondo, Jumat (15/3/2024).
Menurutnya, naiknya harga blewah kali ini membuat para petani meraup keuntungan berkali-kali lipat setiap hektarnya.
"Untuk biaya garap lahan seluas satu hektar tanaman blewah, membutuhkan modal sekitar Rp30 juta," beber Sunawi.
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
Petani Situbondo panen blewah
Dia menegaskan, dengan luas lahan 1 hektar, bisa menghasilkan 7 ton blewah setiap panen. Sementara dirinya bisa panen tiga hari sekali.
"Selain itu, kami tidak kesulitan menjual blewah, karena langsung dijemput pedagang ke sawah. Biasanya blewah ini dikirim ke Sidoarjo, Surabaya dan Jember," ungkapnya.
Baca juga: Hangatnya Ramadhan, BAZNAS Surabaya Rangkul 50 Muallaf dalam Silaturahim
Sementara seorang pedagang buah, Abrori mengakui bahwa pada Ramadan 2024 ini banyak petani gagal panen, sehingga harga semua jenis buah cenderung naik.
“Kami cari buah-buahan ke sejumlah daerah karena kami punya banyak supplier di luar kota," tandas Abrori.
Editor : Narendra Bakrie
