Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah Pada 12 Maret, Muhammadiyah Mulai Besok

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah Pada 12 Maret, Muhammadiyah Mulai Besok © mili.id

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (Foto: YouTube: Kemenag RI)

mili.id - Penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah Tahun 2024 tidak berbarengan.

Dalam penetapannya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah mengalami perbedaan.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, 1 Ramadan 1445 Hijriah akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.

"Secara mufakat menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada hari Selasa 12 Maret 2024 Masehi. Kami berharap seluruh umat islam dapat menjalankan ibadah puasa bersama-sama," ujar Menang dalam siaran langsung Channel YouTube Kemenag RI, Minggu (10/03/2024).

Penetapan 1 Ramadan ini diputuskan dalam sidang isbat yang melibatkan beberapa pihak termasuk Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi.

Sementara Muhammadiyah melangsungkan ibadah awal Ramadhan tersebut pada Senin, 11 Maret 2024, besok.

Kendati demikian, Gus Yaqut menyebut bahwa penetapan awal puasa yang berbeda adalah hal yang biasa, dan bukan hal baru yang terjadi. Oleh sebab itu, dia meminta seluruh umat Islam untuk saling menghormati perbedaan ini.

"Jika ada perbedaan di antara kita, termasuk perbedaan penentuan awal bulan Ramadan, sekali lagi itu biasa. Dan mari kita saling hormati, kita saling cari titik temu. Yang sama tidak perlu dibeda-bedakan, yang beda tidak usah dipersamakan," tambahnya.

Ribuan Masjid Muhammadiyah Telah Adakan Tarawih

Warga Muhammadiyah dipastikan telah melaksanakan tarawih pertama pada Minggu (10/3/2024) malam tadi.

Baca juga: 57 Biksu dari 4 Negara Jalan Kaki ke Borobudur, Gaungkan Perdamaian dan Bhinneka Tunggal Ika dari Surabaya

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono menyampaikan beberapa hal penting.

"Alhamdulillah malam ini kami warga Muhammadiyah telah memulai sholat tarawih. Berdasarkan laporan dari berbagai wilayah di Jatim, ribuan masjid Muhammadiyah telah menjalankan ibadah tarawih dengan lancar dan suka cita," ujar Sukadiono dalam keterangan tertulisnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono (Foto: Dok. pribadi)Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono (Foto: Dok. pribadi)

Terkait perbedaan waktu pelaksanaan dengan pemerintah, Sukadiono menegaskan bahwa hal tersebut sudah menjadi hal biasa.

Menurutnya, perbedaan metode sudah berjalan bertahun-tahun dan masyarakat sudah terbiasa dengan hal tersebut. Maka di bulan ramadan tahun ini, harus dihindari perdebatan yang tidak konstruktif.

Baca juga: Bedah Buku di UINSA Surabaya Jadi Ruang Dialog LDII, NU, dan Muhammadiyah Soal Pendidikan Modern

"Ramadan harus menjadi oase yang sejuk. Setelah sebelas bulan menjalani aktivitas, dari kontestasi, kompetisi dan aktivitas lainnya. Ramadan harus menjadi momentum dan kesempatan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah kita semua," ungkap dia.

Sukadiono juga menyebut bahwa tarawih juga bisa menjadi momen perjumpaan atau temu sosial antar jamaah. Hal ini sangat penting untuk merekatkan hati dan saling tegur sapa. Semua pihak harus menjaga kohesi sosial di tengah perbedaan.

"Mari merayakan ramadan tahun ini dengan suka cita," tandas Sukadiono.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono (Foto: Dok. pribadi)



Editor : Redaksi



Berita Terkait