Gadis asal Makassar korban jambret di Surabaya dievakuasi petugas ke rumah sakit (Foto: Command Center 112 Surabaya)
Surabaya - Gadis asal Makassar luka parah di bagian kepala usai terjatuh saat mengejar jambret yang merampas tasnya di Jalan Bung Tomo, Surabaya.
Gadis itu bernama Adzaniya Salsabila (25). Dia jatuh terpelanting sejauh 5 meter, setelah gagal mengejar pejambret merampas tas miliknya, sekitar pukul 21.30 WIB, Kamis (29/2/2024).
Baca juga: Eri Sikat Pungli SWK, Pengelolaan PKL Dikembalikan ke Pemkot
Kepala Salsabila terluka akibat menghantam aspal. Dia sempat pingsan, dan kini dirawat intensif di IGD RSU dr. Soetomo.
Saksi mata, Maulana yang saat itu bertugas parkir kendaraan di sekitar lokasi mengatakan, korban mengejar jambret dari timur Jalan Ngagel ke barat di Jalan Bung Tomo.
"Mbaknya (korban) memacu kendaraannya begitu kencang saat mengejar pejambret, bahkan berteriak "jambret, jambret, jambret" di keramaian kendaraan," ungkap pria 26 tahun ini kepada mili.id, Jumat (1/3/2024) dinihari.
Maulana mengaku tidak mengetahui persis mana pejambret yang saat itu dikejar korban. Yang dia tahu, korban menyalip kendaraan lain dari sisi kiri, lantas roda depan menabrak gundukan semen cor-coran, hingga motor dan tubuhnya terpental.
Warga menunjukkan lokasi terjatuhnya korban saat gagal mengejar jambret (Foto: Rama Indra/mili.id)
"Saya melihatnya persis, serta mendengar suara berturan yang begitu keras 'gubrak'. Kendaraan matik korban terpental terbang setinggi 2 meter, dan tubuhnya terpelanting sejauh 5 meter," papar Maulana.
Mengetahui hal itu, Maulana bersama warga lain menolong korban. Katanya, helm dan alas kaki yang dikenakan korban terpisah.
"Saya ikut menolong, tubuh bagian atas terutama di bagian kepala luka parah. Kepala mengucurkan darah hingga ke wajah," jelasnya.
Baca juga: Eri Cahyadi Dukung Pengusutan Korupsi KBS, Audit BUMD Diperketat
Menurut Maulana, saat berada di tengah jalan, korban tidak sadarkan diri. Hingga dibantu warga setempat di rumahnya, korban mengiggau setengah sadar.
"Di mana tasku, mana penjambret, mana HPku," ucap Maulana menirukan korban.
Ambulans Command Center 112 tiba di lokasi untuk diberikan pertolongan pertama. Dan diduga, HP korban diambil seseorang yang ikut berkerumun melihat kondisi korban.
"Ada perdebatan di situ, HP korban yang tak ada di saku dan jatuh di aspal ternyata ada yang ambil. Seorang pria paruh baya dan lantas kabur, saat HP diminta warga lain yang mengetahuinya," tuturnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, AKP I Made Gede Sutanaya mengatakan, kondisi korban masih belum sadarkan diri di IGD RSU dr Soetomo.
Baca juga: PDIP Surabaya Terima Banpol Lebih Rp6 Miliar, Fokus Pendidikan Politik
"Korban terluka parah usai dijambret dan terlibat kecelakaan. Korban asli Makassar dan bekerja, ngekos di Ngagel Mulyo," papar Made.
Made menjelaskan, dalam penanganan perkara ini pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi di TKP. Katanya, telah dikerahkan anggotanya untuk penyelidikan.
"Kami sudah melakukan rangkaian penyelidikan. Perkembangan akan kami sampaikan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
