Evakuasi jenazah pencari ikan dari Sungai Rolak Wedok Surabaya (Foto: BPBD Surabaya)
Surabaya - Dedi Sudarmadi (40), warga Ngagel, Wonokromo, Surabaya ditemukan tewas terlilit jala di aliran Sungai Rolak Wedok, dekat pintu air, Rabu (28/2/2024).
Dedi sebelumnya dikabarkan tidak pulang ke rumah sejak Senin (26/2/2024) dini hari. Terakhir dia pamit ke istrinya hendak mencari ikan, atau sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Adik ipar Dedi, Sarifudin (30) mengaku bahwa dirinya menjadi orang pertama yang menemukan jasad suami kakaknya itu.
"Sehari-hari korban gemar mencari ikan, hasilnya dijual ataupun dikonsumsi keluarga. Saya feeling mencari korban ke sungai-sungai di Surabaya, termasuk terakhir di Sungai Rolak Wedok," ungkap Arif ditemui mili.id di rumah duka.
Di sungai itu, Arif melihat sekilas ubun-ubun yang terombang ambing pusaran arus air, tepat di bawah pintu air Sungai Rolak Wedok. Dia belum melihat jelas keseluruhan jenazah. Dia kemudian kakaknya atau istri korban sambil membawa anaknya.
Suasana rumah duka korban (Foto: Rama Indra/mili.id)
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
"Sekitar pukul 07.30 pagi tadi, mbak melihat ubun-ubun di dalam air sungai itu menangis, putranya juga ikut menangis. Seketika itu juga keseluruhan jasad terangkat air, terlihat jelas bahwa itu adalah Mas Dedi," jelasnya.
Menurut Arif, kakak iparnya sudah terbujur kaku dalam air dengan kondisi tangan dan bagian tubuhnya terlilit jala. Waktu itu, orang yang ada disekitar lokasi menyaksikan tidak ada berani menolong.
"Jadi jasad kakak ipar saya itu saya tarik sendiri perlahan ke pinggiran. Hingga datang dua orang petugas BPBD membantu agar jasad naik hingga ke daratan," terang Arif.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
"Kata polisi dan petugas, setelah jasad dibawa ke RSU dr. Soetomo, penyebab meninggalnya adalah diduga terjatuh, tenggelam ke sungai," imbuhnya.
Sementara Kapolsek Wonokromo, Kompol Dwi Jatmiko menjelaskan bahwa penyebab meninggalnya korban karena tenggelam. Dalam identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
"Semetara disimpulkan meninggal dunia akibat tenggelam. Dan tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Barang yang dibawa oleh korban, lengkap," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
