Komplotan pencuri tiang milik PT KAI di Surabaya diamankan di Mapolsek Wonocolo (Foto: Wendy/mili.id)
Surabaya - Komplotan pencuri tiang fiber optik milik PT KAI DAOP 8 di depan Jatim Expo Jalan Ahmad Yani, Surabaya diberangus polisi.
Kapolsek Wonocolo Surabaya, Kompol M Soleh mengatakan, empat orang ditangkap pada Kamis (22/2/2024) kemarin. Mereka adalah BTP (31), MCA (43), H (41), DRA (28), seluruhnya warga Jemur Wonosari, Surabaya.
Baca juga: The Alana Surabaya Rayakan Anniversary Dengan Donor Darah Kemanusiaan
"Ada satu pelaku yang masuk DPO, inisialnya F. Tiang itu ditumbangkan lalu diangkat. Ngangkatnya pakai mobil, diangkat, dibawa ke perkampungan untuk ditawarkan ke pengepul," papar Soleh, Senin (26/2/2024).
Setelah ditarik dari tanah menggunakan linggis, tiang sepanjang 9 meter itu kemudian dipotong jadi 6 bagian menggunakan gerenda. Selama beraksi, mereka santai tanpa rasa khawatir.
"Mereka dengan enak melakukan pemotongan tiang komunikasi KAI, dengan santai dan seakan-akan tidak ada hukum, sehingga mereka berupaya menumbangkan lalu membawa dengan santai saja," paparnya.
Soleh menyebut, setelah dipotong-potong, tiang itu kemudian mereka jual ke pedagang besi tua. Satu tiang dijual dengan harga Rp475 ribu.
"Estimasi di jual kiloan dan saat ditimbang, beratnya 84 kilogram dan dibagi rata berlima. Sisanya dibuat untuk sewa mobil dan beli rokok," imbuhnya.
Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban
Dalam pemeriksaan juga terungkap bahwa mereka bekerja sebagai penjual asongan di depan Jatim Expo Surabaya ketika ada event. Mereka mengaku nekat melakukan pencurian karena saat ini sepi event.
"Karena mungkin beberapa kali Jatim Expo tidak ada event, sehingga mereka melakukan upaya pencurian barang milik KAI," jelas dia.
Sementara Manajer Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Luqman Arif menyebut bahwa tidak ada dampak signifikan yang ditimbulkan atas pencurian tersebut.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel
"Alhamdulillah enggak (dampak tertentu kepada kereta api)," terangnya.
Ditanya soal kerugian, Luqman belum bisa menjelaskan. Namun pihaknya berterima kasih kepada polisi atas pengungkapan tersebut.
"(Kerugian) nanti, yang jelas kami menyampaikan terima kasih dalam upaya mengungkap kasus ini," tambahnya.
Editor : Narendra Bakrie
