Proses pembuatan tas dari banner peserta Pemilu 2024 oleh ibu-ibu di Kota Probolinggo.(Foto: Fades/Mili.id)
Probolinggo - Berakhirnya masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang menyisakan limbah banner para peserta Pemilu, ternyata bisa menjadi berkah bagi emak-emak di Kota Probolinggo karena menyulapnya menjadi tas yang akhirnya mempunyai nilai jual lebih.
Tas berbahan alat Peraga Kampanye (APK) berupa banner dari calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), atau dari calon legislatif, meskipun terkesan sederhana, namun memiliki daya tarik jual dan cocok dibawa belanja ke pasar.
Baca juga: Pemkot Probolinggo Tutup Sementara Mie Gacoan, Begini Duduk Perkaranya
Ide kreatif ini dilakukan Katarina Triningrum (51), warga Perumahan Kopian, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo yang bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Pemerintah Kota Probolinggo.
Ratusan bahkan ribuan APK berupa banner dari berbagai ukuran ini oleh Katarina terlebih dulu dipilih paling bagus dan bersih. Setelah terkumpul, banner tersebut akan dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diperlukan, kemudian dijahit lalu diberi tali atau cangklong.
Baca juga: Terima Kasih AKBP Oki Ahadian Purwono
"Setiap tas nya bervariasi untuk harganya, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, tergantung dengan ukurannya masing-masing dan barangnya juga kuat, cocok lah kalau dibawa belanja ke pasar. Alhamdulillah banyak juga yang minat beli," kata Katarina, Kamis (22/2/2024).
Saking banyaknya pesanan, lanjut Katarina, membuatnya harus meminta bantuan dari ibu-ibu di dekat rumahnya, tentunya dengan tugas yang berbeda-beda. "Mulai dari potong-potong banner yang bagus dan bersih, jahit sampai cuci banner nya," imbuhnya.
Baca juga: Polres Probolinggo Kota Cek Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Gili Ketapang
Sementara salah satu pembeli tas banner para peserta pemilu, Kinanti mengatakan, dirinya sangat minat membeli tas dari bahan banner para Caleg ataupun Calon Presiden dan Wakil Presiden karena memang cocok jika dibawa belanja ke pasar.
"Selain unik dan lucu, bahannya juga kuat kalau dibuat atau dibawa belanja ke pasar dan bisa diisi macam-macam belanjaan. Selain itu juga ramah lingkungan, karena bisa dipakai terus-menerus," tutur Kinanti.
Editor : Aris S
