Cegah Golput, TPS di Probolinggo Ini Bertema Pewayangan

Cegah Golput, TPS di Probolinggo Ini Bertema Pewayangan © mili.id

Petugas Pemilu di TPS 02 Desa Randu Putih, Kecamatan Dringu. Desain unik untuk menghindari golput. (Fades/Mili.id)

Probolinggo - Antisipasi adanya golongan putih (Golput) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, berbagai cara unik dilakukan para petugas pemilu untuk menarik perhatian pemilih agar datang ke Tempat Pemungutuan Suara (TPS) di masing-masing daerah.

Salah satunya TPS yang berada di Desa Randu Putih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Para petugas pemilu setempat, mendesain TPS dengan konsep unik, mulai dari TPS Pewayangan, TPS Budaya hingga TPS Pesisiran untuk menarik masyarakat datang menggunakan hak pilihnya.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke -80, Polres Probolinggo Salurkan Bantuan Alat Pertanian dan Droping 10 Ribu Liter Air Bersih di Banyuanyar

Pilihan konsep TPS Pewayangan, Pesisiran dan Budaya itu juga tak luput dari Desa Randu Putih sendiri yang dikenal dengan kampung atau desa seni, selain itu penduduknya rata-rata juga dari nelayan. Sehingga 11 TPS setempat didesain dengan konsep unik berbeda-beda.

Dari 11 TPS, salah satunya di TPS 2 dengan konsep tampilan perpaduan seni ludruk dengan musik dug-dug dengan petugas yang mengenakan kostum pewayangan seperti Gatotkaca, Arjuna dan Rama Shinta. Hal ini untuk mempertinggi partisipasi masyarakat sekitar.

Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri

"Untuk Desa Randu Putih sendiri ada 11 TPS dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap,red) sebanyak 2.840. Jadi memang sengaja didesain untuk agar tidak golput, terlebih juga di sini kampung seni, jadi tidak sulit untuk mendapatkan ornamennya," kata Konseptor TPS 02, Agus Litanta, Rabu (14/2/2024).

Sementara Astutik, salah satu DPT TPS 02, Desa Randu Putih, Kecamatan Dringu, Astutik mengatakan, desain unik TPS di wilayahnya itu memang bisa menarik perhatian untuk datang. Pada awalnya, kata dia, dirinya memang berniat untuk golput.

Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga

"Awalnya mau santai-santai saja di rumah, tapi karena kedengarannya bagus dan dilihat menarik jadi penasaran juga datang. Ya akhirnya tidak mau golput, apalagi ada musik yang notabene warga sini senang dengan seni ludruk dan lain-lainnya," tutur Astutik.

 

Editor : Achmad S



Berita Terkait