Anggota KPPS di Maospati Magetan Meninggal, Diduga Kelelahan

Anggota KPPS di Maospati Magetan Meninggal, Diduga Kelelahan © mili.id

Anggota KPPS di Magetan yang meninggal (Foto: Istimewa)

Surabaya– Rita Setiyaningsih (41), anggota KPPS di Maospati, Magetan meninggal dunia, diduga kelelahan usai melaksanakan tugas kepemiluan, pada Senin (12/2/24) dini hari.

Rita (41) wanita paruh baya itu sempat dirawat di Rumah Sakit Lanud Iswahyudi pada Minggu (11/2) malam. Dan dikabarkan meninggal dunia hari Senin, pukul 04.00 WIB.

Baca juga: Polres Magetan Siagakan Ratusan Personel, Malam Takbir Idul Adha 1447 H Berlangsung Aman dan Kondusif

Kabar itu dibenarkan Komisioner Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani. Katanya, peristiwa terjadi setelah Rita melaksanakan tugas kepemiluan.

"Memang benar, terdapat salah satu anggota dari KPPS yang meninggal dunia. Meninggal dunianya itu pada saat dia setelah menyelesaikan atau sedang menjalani aktivitas kegiatan kepemiluan," kata Rochani, Selasa (13/2/2024).

Rochani menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Rita sempat dirawat di Rumah Sakit AU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetan, Minggu (11/2) malam.

"Sempat dirawat di RS Lanud Iswahyudi. Jam 04 dini hari (meninggal dunia). (Sempat) perawatan di IGD RSAU. Tanggal 12 Februari nya meninggal," ucapnya.

Rita bertugas membagikan formulir C6 atau surat pemberitahuan yang diberikan ke pemilih di TPS - nya, terang Rochani. Selanjutnya ia bertugas sebagai orang yang memegang aplikasi 'Sirekap'.

"Jadi kegiatannya itu dia (Rita) dapat tugas untuk menyampaikan C Pemberitahuan kepada pemilih. Jadi dia bagian nulis formulirnya. Terus dibagi ke tetangga-tetangganya," rincinya.

"Kemudian tugas yang kedua, dia (Rita) mengikuti simulasi Sirekap. Karena dia termasuk petugas yang mendapatkan tugas untuk Aplikasi Sirekap," imbuhnya.

Baca juga: Momentum Idul Adha, Polres Magetan Salurkan Hewan Qurban untuk Warga dan Lembaga Sosial

Saat Rita menjalankan tugas pada Minggu (11/2) malam, dia sempat mengeluh sakit dan izin pulang terlebih dahulu sekitar pukul 21.00 WIB.

Sesampainya di rumah, kondisinya Rita semakin parah dan akhirnya dia dibawa ke RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi, Magetan mendapatkan penanganan medis.

Di situ, Rita telah mendapat perawatan intensif di rumah sakit tersebut, namun nahas nyawanya tak tertolong.

"Jadi dia izin pulang mengeluh pusing. Sampai di rumah terus kondisinya stroke itu tidak sadar. Ternyata dia memiliki riwayat penyakit hipertensi," ungkapnya.

Baca juga: Dikpora Magetan Tampil Perkasa, Sabet Juara Kapolres Cup 2026 Usai Bungkam PPDI 5-0

Pihak KPU Magetan pun mengecek berkas syarat kesehatan milik Rita tersebut dan tertulis tekanan darahnya 150.

"Teman- teman coba melacak berkas persyaratan kesehatan pada saat pendaftaran sebagai KPPS. Itu tensinya memang 150. Tapi catatannya di situ masih dinyatakan sehat oleh puskesmas," ungkap Rochani.

Rochani menambahkan, KPU Magetan juga telah melayat ke rumah duka serta memberikan santunan ke keluarga yang ditinggalkan.

"Sekarang yang dilakukan oleh teman-teman Magetan kemarin setelah takziah dimakamkan, hari ini kita sedang selesaikan untuk penyampaian santunan kepada ahli waris yang bersangkutan," tandasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait