Dokter Spesialis Bedah Bigestif, dr Tomy Lesmana (YouTube: @miliidtv)
Surabaya - Dokter Spesialis Bedah Bigestif, dr. Tomy Lesmana menyebut gejala kanker usus besar ditandai dengan beberapa hal yang dialami oleh tubuh penderita.
Menurutnya, kanker usus besar ini kanker keempat yang terbanyak di Indonesia dan di dunia. Sementara kepada laki-laki, kasus tersebut menduduki posisi nomor dua setelah kanker paru-paru.
Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna
"Penyebabnya bisa susah BAB, BAB darah atau diare, penurunan berat badan yang tidak jelas meski tidak sedang diet," katanya.
Gejala tersebut memang tak bisa langsung divonis penderita terkena kanker usus. Menurutnya, penderita akan mengalami kejadian serupa selama berminggu-minggu.
Sementara saat ini, penderita kanker usus mengalami kemajuan dalam faktor usia. "Menurut data dunia sekarang sudah mulai bergeser ke usia lebih muda. Terbanyak justru antara usia 35-50 tahun," tambahnya.
Baca juga: Polresta Malang Kota Memupuk Sinergitas dan Berikan Layanan Kesehatan Gratis ke Supeltas Binaan
Pergeseran usia yang terkena kanker usus lebih dini ini disebutnya berasal dari pola hidup yang menjadi faktor penyebab utama.
"Tahun 2023 ada ratusan kasus kanker usus besar. Dibanding tahun lalu, tahun 2024 sekarang ada peningkatan," paparnya.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Tomy meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda kanker usus yang telah diterima tubuh dengan segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat.
"Semua gejala yang ada, sinyal-sinyal itu sebenarnya sudah ada. Tapi karena tidak aware diabaikan atau pengobatan yang salah," pungkasnya.
Editor : Aris S
