Malam Mingguan Sapa Gen Z di Jember, Cak Imin Janji Beasiswa S2 ke Luar Negeri

Malam Mingguan Sapa Gen Z di Jember, Cak Imin Janji Beasiswa S2 ke Luar Negeri © mili.id

Cak Imin malam mingguan sapa Gen Z di Jember, dalam acara dialog bertajuk Slepet Imin. (Hatta for Mili.id).

Jember - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Paslon 01 Muhaimin Iskandar menyapa ratusan Gen Z di halaman Bioskop KCM, Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu (3/2/2024) malam.

Dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog santai bertajuk Slepet Imin itu. Ratusan Gen Z diberi kesempatan berdialog langsung dengan pria yang akrab disapa Cak Imin itu.

Baca juga: Gen Z Perlu Tahu Kota Kudus Miliki Eksotis Waterfall, Air Terjun Bebatuan Gamping

Dalam kegiatan itu, dari pantauan di lokasi acara dikemas mirip dengan kegiatan debat capres, namun ratusan Gen Z yang berposisi sebagai panelis. Sehingga banyak pertanyaan yang disampaikan langsung kepada Cak Imin.

Dalam dialog itu salah seorang mahasiswa yang menanyakan apakah dimungkinkan adanya beasiswa untuk pendidikan S2 di luar negeri.

Cak Imin dalam menjawab pertanyaan tersebut, dirinya berjanji jika nanti jadi wakil presiden mendampingi Capres Anies Baswedan, akan mengakomodir adanya harapan dari mahasiswa itu.

Namun demikian, diungkapkan oleh Cak Imin, sistem pemberian beasiswa pendidikan di tingkat perguruan tinggai dinilai olehnya kurang tepat.

"Terutama S2 mendapat beasiswa, soal LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) misalnya. Pertama (dinilai) sistem rekrutmen terlampau liberal. Sehingga pernah saya melakukan rapat evaluasi dengan presiden juga dengan menteri keuangan. Karena kewenangan LPDP itu di bawah menteri keuangan, salah satu contoh yang dibahas beasiswa itu," kata Cak Imin menjawab pertanyaan dari mahasiswa.

Menurut Cak Imin, sistem pemberian beasiswa layaknya kompetisi pasar, maka otomatis mayoritas yang dapat adalah yang memiliki akses.

Baca juga: Ramai di Medsos, Sepi di Dunia Nyata: ISKI Jatim Soroti Pola Komunikasi Gen Z

Maka harus ada afirmasi (penguatan) kepada kelompok masyarakat ataupun mahasiswa yang memang butuh bantuan untuk ke luar negeri tanpa harus berkompetisi berskala bebas.

"Artinya dipersiapkan secara baik. Jawaban paling sederhana itu, bukan soal cara rekrutmennya. Tapi afirmasi dan bantuan kepada yang paling rentan," sambungnya.

Akan tetapi, lanjutnya, terkait pemberian beasiswa pendidikan, terlebih untuk nantinya bisa berangkat ke luar negeri, Cak Imin berjanji akan memperhatikan soal pemberian beasiswa pendidikan S2 ke luar negeri.

"Paling penting, adalah kita punya kaum muda yang sangat besar, yang bisa mengakses pendidikan dengan baik. Terutama yang memiliki motivasi pribadi, atau individu-individu maksudnya," kata Cak Imin.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

Karena itu, masih menurut Cak Imin bila solusi pertama adalah memperbesar dan memperbanyak beasiswa, terutama S2 dan agar capacity building untuk kaum muda di Indonesia sebanyak-banyaknya.

Dalam kesempatan menjawab pertanyaan itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKB ini juga sedikit menyindir soal ungkapan bonus demografi yang dinilai hanya umbar janji.

"Karena sudah 10-20 tahun lebih kita bicara bonus demografi tapi tidak ada aksi yang nyata.Satu-satunya cara adalah dengan memback up investasi APBN kita," ucapnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait