Dua Geng Motor Pasuruan Bentrok, 3 Remaja Diamankan

Dua Geng Motor Pasuruan Bentrok, 3 Remaja Diamankan © mili.id

Dua motor milik anggota geng motor yang disita polisi sebagai barang bukti.(Foto: M Rois/mili.id)

Pasuruan - Dua kelompok geng motor bentrok di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dalam peristiwa tersebut 3 remaja yang dua di antaranya berstatus pelajar diamankan Satreskrim Polres Pasuruan, Rabu (24/1/2024) dini hari.

Identitas tiga remaja laki-laki tersebut adalah S (15), warga Kecamatan Kraton, I (13), berstatus pelajar warga Kecamatan Winongan, JA (15), berstatus pelajar warga Kecamatan Lumbang.

Baca juga: Usut Jaringan Narkoba, Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan 41 Paket Sabu dari Tiga Lokasi

"Ketiga remaja tersebut saat ini ditahan di mapolres dan akan diterapkan pasal tentang pidana anak di bawah umur," jelas Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi.

Kapolsek Kraton, Polres Pasuruan Kota, AKP Safiudi, menerangkan jika personelnya yang berpatroli mendapat laporan dari warga Sidogiri tentang akan bentroknya dua kelompok remaja, segera langsung mendatangi TKP dan mengamankan tiga remaja.

Mengetahui ada tawuran, warga sekitar lokasi tidak tinggal diam, mereka kompak membubarkan dua kelompok tersebut.

Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan Maut Pasuruan Bertambah Jadi Empat, Sopir Truk Trailer Meninggal Usai Terjepit Tiga Jam

Adapun barang bukti yang diamankan dari tiga remaja tersebut adalah 1 bilah senjata pedang, 1 handphone, serta sepeda motor CBR warna merah, dan Yamaha Vega yang kedua motor tersebut tanpa dilengkapi pelat nomor.

"Setelah kami melakukan pendalaman informasi, di Wilayah Rembang yang berbatasan dengan wilayah Kraton, akhir-akhir ini memang rawan terjadinya konflik antar pemuda, yang notabennya kelompok geng motor," terang Kapolsek Kraton, AKP Safiudin.

Baca juga: Satresnarkoba Polres Pasuruan Bongkar Peredaran Sabu, Tiga Pengedar Dibekuk dalam Waktu Lima Hari PASURUA

Dari hasil penyidikan awal, dua kelompok remaja yang akan bentrok itu berasal dari genk Gromes dari Rembang, Kabupaten Pasuruan dan kelompok SS1700 dari Lumbang, Wonorejo, Winongan dan Kaligung Kraton, Kabupaten Pasuruan.

"Untuk motif yang mendasari pertikaian dua kelompok itu bermacam-macam, mulai ketersinggungan saat melihat acara parade sound sistem (sound horek), hingga kalah saat balap liar," tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait