Evaluasi Pasca Kebakaran Pasar Leces, Pemkab Probolinggo Bakal Tambah Armada Damkar

Evaluasi Pasca Kebakaran Pasar Leces, Pemkab Probolinggo Bakal Tambah Armada Damkar © mili.id

Anggota Damkar Probolinggo melakukan pembasahan di Pasar Leces yang terbakar.(Foto: Damkar Probolinggo for mili.id)

Probolinggo - Kebakaran yang terjadi di Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, Senin (4/12/2023) sore kemarin, membuat ratusan kios milik pedagang ludes jadi arang. Hal tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan evaluasi.

Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, jika di anggaran tahun 2024, pihaknya akan menambah mobil pemadam kebakaran (damkar). Hal tersebut sebagai antisipasi dan langkah cepat ketika ada kebakaran supaya bisa teratasi sesegera mungkin.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

"Hal-hal seperti ini (Kebakaran) memang harus segera diatasi dengan cepat. Karena tadi malam, kami dibantu mobil pemadam dari Pemerintah Kota Probolinggo 2 unit mobil pemadam dan kami sendiri punya 3 mobil pemadam kebakaran," kata Ugas, Selasa (5/12/2023).

Kembali terjadi kebakaran di Pasar Leces setelah tahun 2016 silam, menurut Ugas, menjadi pelajaran bagi Pemkab Probolinggo. Oleh karena itu, kata dia, kedepan pihaknya akan menyiapkan antisipasi dini di tiap-tiap pasar di Kabupaten Probolinggo jika terjadi kebakaran.

Baca juga: Kebakaran Auditorium Binus Anggrek, Petugas Sempat Tembus Asap Tebal

"Bagaimana nanti cara pemadamannya sekaligus juga kita bahas sumber airnya di tiap-tiap pasar di Kabupaten Probolinggo. Hari ini juga, dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan sedang melakukan pendataan untuk kios-kios terbakar kemarin," ungkap Ugas.

Diketahui, kebakaran yang terjadi di Pasar Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo mengakibatkan sebanyak 265 kios pedangan ludes terbakar sore kemarin. Sebanyak 5 mobil pemadam dan mobil bantuan lainnya langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri

Karena beberapa kendala, seperti cuaca angin kencang, sumber air jauh, ramainya warga yang melihat serta banyaknya barang-barang pedagang di pinggir jalan membuat pemadaman terhambat. Hingga 5 jam lebih, petugas berjibaku untuk memadamkan api.

Editor : Aris S



Berita Terkait