Warga mendatangi lokasi untuk prosesi pemakaman korban.(foto: M Rois/mili.id)
Pasuruan - Sebelum Endang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya, dua kali suami korban, Sugiyono sempat pulang dan mendapati pintu rumah terkunci.
Hal ini seperti yang diutarakan Jayadi, tetangga korban sekaligus Ketua RT1/RW 4, Dusun/Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menerangkan jika suami korban setiap jam istirahat kerja pulang ke rumah. Namun, ketika sampai rumahnya, suami korban mendapati rumah tengah terkunci dari dalam.
Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani
"Tempat kerja suami korban berada di perusahaan yang letaknya dusun tetangga. Sekitar pukul 12.00 WIB, saat pulang itu, gerbang rumah terkunci. Itu yang disampaikan suami korban ke saya," jelas Jayadi, Rabu (8/11/2023).
Jayadi menceritakan jika korban dan suaminya punya kebiasaan setiap hari pada waktu pagi, siang, dan sore pergi ke makam untuk mendoakan anak tunggalnya yang telah meninggal dunia dua tahun lalu akibat sakit.
"Saat pulang jam istirahat itu, suami korban seperti biasa mau menjemput isterinya untuk ke makam anaknya, namun pintu rumah dan gerbang tertutup," ungkapnya.
Jayadi mengungkapkan jika suami korban saat itu sempat mengintip dari lorong luar pagar samping rumah yang berpagar tembok setinggi tidak sampai 2 meter.
Dari lorong samping luar pagar itu, suami korban mendengar mesin pompa air rumah menyala. Mengira isterinya tengah tertidur dan kelelahan, Sugiyono pun berangkat ke makam anaknya sendirian.
Baca juga: Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas di Tutur Ikut Rawat Ladang Jagung Warga
"Sepulang dari makam, suami korban kembali pulang ke rumah. Tapi gerbang dan pintu masih terkunci. Suami korban yang masih meyakini isterinya masih tertidur pun kasihan tidak berani mengganggu, lalu memilik kembali ke tempat kerjanya," ungkapnya.
Menjelang pukul 17.10 WIB, suami korban yang pulang masih mendapati gerbang dan pintu masih terkunci.
"Suami korban masuk ke rumah memakai kunci serep yang jadi satu dengan kunci mobil," bebernya.
Baca juga: Polisi Turun ke Sawah, Pantau Tanaman Hortikultura demi Ketahanan Pangan Nasional
Ketika memasuki rumah, Sugiyono melihat ceceram darah di dalam rumah yang mengarah ke kamar mandi dan ketika dilihat isterinya sudah tewas.
"Saat itu kran air kamar mandi seperti dipatahkan, pompa air terus menyala, sehingga air di kamar mandi terus keluar. Melihat istrinya tewas, Pak Sugiyono pun kemudian meminta tolong kepada Pujiyanto, tetangganya," imbuhnya.
Karena melihat kondisi korban dan pengakuan suaminya, dia dan masyarakat setempat pun meyakini tewasnya korban ini dibunuh. "Mungkin ini perampokan disertai pembunuhan," tandasnya.
Editor : Aris S
