Penumpang Feeder di Surabaya Sepi, Perlu Pemangkasan Rute Panjang

Penumpang Feeder di Surabaya Sepi, Perlu Pemangkasan Rute Panjang © mili.id

Feeder yang perlu dikaji ulang utnuk rutenya oleh pemkot. (Dokumen mili.id)

Surabaya - Dari pengoperasional Feeder di Surabaya, dari hasil laporan setiap bulannya di koridor tertentu ternyata sepi. Sehingga hal ini perlu segera dievaluasi agar penggunaannya lebih maksimal.   

Hal ini yang diutarakan anggota DPRD Surabaya, William Wirakusuma bila sepinya Feeder pada koridor tertentu perlu dikaji lagi. Dirinya menduga salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat menggunakan angkutan ini, karena jaraknya terlalu jauh atau rutenya memutar.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

"Karena untuk kembali ke titik awal lagi terlalu jauh, Sehingga warga enggan naik angkutan publik tersebut." kata legislator PSI ini, Jumat (7/7).

Ia menegaskan, sebenarnya pemkot sudah kencang menyosialisasi angkutan massal Feeder ini, baik saat program bantuan sosial (bansos) maupun kegiatan lainnya. 

Namun, melihat sepinya penumpang, ia menyarankan perlu dikaji ulang kembali. Bahkan, alternatifnya dipindah ke kawasan yang membutuhkan, sebab tahun ini akan nambah 2 rute baru. Bisa juga rutenya diperpendek, misalnya rute 14 km, cukup 7 km," tambah William.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Masih menurut William bila pada jarak 14 km ini dioperasionalkan 10 unit Feeder. Sehingga bila hanya rutenya 7 km, pemkot bisa mengoperasikan 5 unit Feeder, dan sisiany untuk rute lain.

Dipaparkan William tak semua Feeder ramai penumpang. Yang paling ramai cuma koridor FD1, jalur Benowo - Tunjungan Plaza (TP). 

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Per Mei 2023 rute tersebut, total penumpang mencapai 26.500. Kemudian koridor FD3 jurusan Kedung Asem - TIJ, sebanyak 8.400.

Reporter: Roy Ibrachim

Editor : Aris S



Berita Terkait