Foto akun Instagram @pkksurabaya
Mili.id - Untuk mencegah stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya menyosialisasikan Program Jago Ceting (Jagoan Cegah Stunting)
Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menyatakan, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak, bila tidak ditangani secara tepat disebutkan bisa menyebabkan kematian.
Baca juga: Situbondo Sabet Penghargaan Terbaik Ketiga Penurunan Stunting Tingkat Nasional
"Stunting tidak hanya disebabkan karena faktor kesehatan. Tapi bisa karena faktor ekonomi, perilaku hidup bersih, pola asuh, dan lingkungan," kata Rini Indriyani, Minggu (17/10).
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menjelaskan, Pemkot Surabaya terus berupaya dalam mencegah stunting melalui Jago Ceting di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ia menuturkan, sejak remaja putri telah mengalami haid, pihak Puskesmas akan memberikan tablet Zat Besi (Fe), sebagai penambah darah dan menjaga kesehatan reproduksi.
Selain itu, pihaknya mengaku terus memberikan pendampingan untuk mempersiapkan remaja putri tetap sehat.
Baca juga: Eri Cahyadi: Membangun Surabaya Mulai Dari yang Tak Kasat Mata
"Pendampingan terus kita lakukan, baik sebelum menikah hingga sudah menikah. Kami juga terus memberikan pengertian dan mendorong para ibu agar tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayi mereka sebagai upaya pencegahan stunting," ungkap dia.
Selain itu, Feny mengatakan, para ibu bisa melakukan pengecekan kesehatan secara gratis dengan memanfaatkan program yang telah dibuat oleh Pemkot Surabaya. Seperti fasilitas Universal Health Coverage (UHC), yang bisa diakses menggunakan BPJS secara gratis.
Rini menambahkan, ia bersama dengan seluruh Kepala PD Kota Surabaya, Puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan kader-kader PKK berkolaborasi untuk mengatasi stunting.
Baca juga: Situbondo Klaim Angka Stunting Turun Hingga 5,5 Persen di Tahun 2023
Karena, lanjut dia untuk mengatasi stunting membutuhkan banyak kolaborasi dengan banyak pihak.
"Jika semua sudah punya pemahaman yang sama, visi yang sama, dan kita isi saling bantu, saling isi dalam bekerja. Insya Allah harapan kita akan diijabahi Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujar dia.
Editor : Redaksi
