Ronald Kneefel/Foto:Mili
Mili.id - Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku, Ronald Kneefel menggalang tokoh Maluku untuk membangun Rumah Singgah khusus bagi warga Maluku yang ada di Surbaya.
"Kondisi Covid-19 banyak generasi muda Maluku bingung mau kemana,, lapangan kerja kurang, sehingga akhirnya banyak generasi muda Maluku merantau, seperti ke Jakarta dan Surabaya." kata Renold, di Surabaya, Kamis (14/10).
Baca juga: KPK Ungkap Tersangka Kasus Imigrasi Diduga Beli Rumah dengan Kepingan Emas
Ia menegaskan, kedatangannya ke Kota Pahlawan, hanya minta dukungan terhadap sejumlah tokoh Maluku. Di samping itu, dia mengaku sudah melakukan kordinasi dengan PSI Surabaya dan PSI Jawa Timur. Bahkan lanjut dia, sudah berkordinasi dengan anggota dewan PSI.
"Kami menitipkan warga Maluku yang merantau di Surabaya," tegas dia.
Untuk mewujudkan Rumah Singgah tersebut, ia sudah berkordinasi dengan sejumlah pengusaha, dan pihak lainnya. Sehingga nantinya, tempat tersebut bsia dimanfaatkam bagi anak anak Maluku yang ingin berkarya baik menuntut ilmu dan lainnya.
"Kami ingin membantu mereka, kami saat ini masih mengurus perizinannya." ungkapnya.
Baca juga: Kejagung Ungkap Dugaan Intervensi Pengadaan MBG, Proyek Motor Listrik Rp1 Triliun Jadi Sorotan
Untuk merealisisakan itu, Renold mengaku segara akan mencari lahan. Dengan kordinasi dengan pihak donatur dan serta menyiapkan konsep lainnya.
"Sementara kami fokuskan dulu di Tandes dan Rungkut. Karena orang Maluku yang banyak disana, dan mereka sudah sukses."
Disinggung apakah pembangunan rumah singgah ini ada embel-embel politiknya? Ia membantah hal itu. "Ini murni proyek kemanusia, kami ingin bergerak dibidang itu. Nanti ada pembinaan di rumah singgah, pelatihan sehingga warga Maluku bisa bersaing dan tidak kalah dengan yang lain." sergah dia
Baca juga: Usai Dicopot, Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung dengan Rompi Tahanan
Warga Maluku terkenal dengan rasa persaudaraannya. Selain itu, lanjutnya. Orang Malu nekad, bondo nekad ke Jakarta akhirnya mereka sukses disana.
"Bondo beli tiket ke Jakarta, mereka pada akhirnya sukses, karena apa? Karena faktor persaudaraannya. tandas dia.
Editor : Redaksi
