Sumatera

Mega Proyek Rp26 Triliun Dimulai! Palembang New Port Siap Terhubung Tol Trans Sumatera

Mega Proyek Rp26 Triliun Dimulai! Palembang New Port Siap Terhubung Tol Trans Sumatera © mili.id

Mili.id – Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Pulau Sumatera. Kali ini, proyek besar Palembang New Port di kawasan Tanjung Carat, Banyuasin, Sumatera Selatan, menunjukkan perkembangan signifikan setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan integrasi jalan tol menuju pelabuhan internasional tersebut.

Nilai investasi proyek raksasa ini diperkirakan mencapai Rp26 triliun dan digadang-gadang menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi Sumatera dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: IRT Kehilangan Motor Usai Bayar Pajak di Samsat Palembang, CCTV Dilaporkan Rusak

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat merupakan bagian penting dari pengembangan lanjutan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Menurutnya, proyek tersebut akan menghadirkan jalur interkoneksi baru dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.

“Dari backbone Tol Sumatera nantinya di pintu Tol Betung akan ada interline lagi tol menuju Tanjung Carat sekitar 80 kilometer,” ujar Todotua.

Tak hanya itu, ruas tol existing Palembang–Prabumulih juga direncanakan diperpanjang sekitar 37 kilometer hingga Muara Enim guna memperkuat konektivitas kawasan industri dan distribusi komoditas unggulan Sumatera Selatan.

Pembangunan akses tol menuju pelabuhan dinilai sangat strategis karena akan mendekatkan jalur logistik dengan kawasan sumber daya alam seperti batu bara serta berbagai komoditas unggulan lainnya di Sumatera Selatan.

“Total investasi pembangunan tol ini kurang lebih sekitar Rp26 triliun,” ungkap Todotua.

Proyek tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu proses pengadaan lahan, sementara pembangunan konstruksi jalan tol akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya.

Pemerintah optimistis keberadaan Palembang New Port yang terintegrasi dengan jaringan jalan tol akan memberikan dampak ekonomi besar, tidak hanya bagi Sumatera Selatan tetapi juga provinsi sekitar seperti Jambi dan wilayah Sumatera lainnya.

Selain mempercepat distribusi barang dan logistik, proyek ini juga diharapkan mampu mendukung hilirisasi sumber daya alam dan memperkuat daya saing investasi daerah.

Baca juga: Audit Kerugian Negara Proyek Kolam Retensi Palembang Disorot, Kuasa Hukum MS Minta Transparansi

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Edward Candra, menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah penting menuju pembangunan ekosistem logistik modern dan terintegrasi di Sumatera Selatan.

Menurut Edward, Palembang New Port memiliki posisi strategis sebagai gerbang logistik utama Sumsel sekaligus simpul konektivitas ekspor-impor regional di Pulau Sumatera.

“Pelabuhan ini akan menjadi motor penggerak hilirisasi sumber daya alam dan katalis pertumbuhan ekonomi kawasan,” katanya.

Ia menambahkan, integrasi antara pelabuhan internasional dan jaringan jalan tol akan memangkas biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta memperkuat daya tarik investasi di Sumatera Selatan.

Edward juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan proyek strategis tersebut.

Baca juga: Menko AHY Pastikan Kesiapan Fasilitas Rusun UNSRI

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan besar hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek, termasuk melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, hingga penyelesaian hambatan di lapangan.

Dalam nota kesepahaman tersebut, Pemprov Sumsel bertindak sebagai pihak yang bertanggung jawab mendukung sinkronisasi tata ruang dan kebijakan daerah agar pembangunan berjalan lancar.

Proyek Palembang New Port diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang sangat besar bagi perekonomian daerah. Mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja baru, tumbuhnya kawasan industri modern, hingga memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai pusat logistik dan industri di Sumatera.

Dengan dukungan infrastruktur modern dan konektivitas yang semakin kuat, Sumatera Selatan kini mulai diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian barat.t

Editor : Redaksi



Berita Terkait