Pengajian Akhir Pekan Nur Alesha, Ratusan Jamaah Diajak Mantapkan Niat ke Tanah Suci

Pengajian Akhir Pekan Nur Alesha, Ratusan Jamaah Diajak Mantapkan Niat ke Tanah Suci © mili.id

Ratusan jamaah memadati kantor Nur Alesha Travel Umroh dan Haji di Jalan Gayungsari Timur 35, Surabaya, Minggu (3/5/2026), dalam pengajian akhir pekan bertema “Dari Tanah Suci ke Hati Yang Suci”.

Mili.id - Ratusan jamaah memadati kantor Nur Alesha Travel Umroh dan Haji di Jalan Gayungsari Timur 35, Surabaya, Minggu (3/5/2026), dalam pengajian akhir pekan bertema “Dari Tanah Suci ke Hati Yang Suci”. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman syariat Islam sekaligus mempererat silaturahmi antarjamaah.

Pengajian menghadirkan KH Mujahid Anshori yang memberikan tausiyah tentang pentingnya niat dan doa dalam perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Dalam suasana khidmat, para jamaah diajak bermunajat agar diberi kemudahan menunaikan umroh maupun haji ke Mekkah dan Madinah.

Baca juga: Bulan Ramadan Jadi Momentum, Travel Umroh Nur Alesha Resmi Buka Kantor Cabang di Surabaya

Kepala Nur Alesha Surabaya, Hj Luluk Asfiyah, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran keagamaan yang berkelanjutan. “Kami mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan keilmuan dengan bimbingan para ulama, sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri KH Agus Diar, Muhammad Hamzah, serta sejumlah pegiat dan aktivis Nahdlatul Ulama yang turut menambah semarak kegiatan.

Dalam tausiyahnya, KH Mujahid Anshori menegaskan bahwa keinginan menunaikan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya milik mereka yang berkecukupan secara finansial. “Umroh dan haji bukan milik orang kaya saja, tapi milik kita semua. Mantapkan niat, lalu ikhtiarkan dengan menabung,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ibadah di Tanah Suci memiliki keutamaan luar biasa, termasuk dalam hal doa yang diyakini lebih mudah dikabulkan. Menurutnya, sejumlah tempat seperti Ka'bah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga Arafah menjadi lokasi mustajab bagi umat Islam untuk memanjatkan doa.

Selain tempat, waktu-waktu tertentu seperti saat wukuf di Arafah, thawaf, sa’i, hingga sepertiga malam terakhir juga menjadi momen terbaik untuk bermunajat. Ia mendorong jamaah untuk memperbanyak doa, mulai dari memohon ampunan, kesehatan, rezeki, hingga kesejahteraan keluarga dan umat.

“Doa di Tanah Suci bukan sekadar permintaan, tetapi bentuk kepasrahan total kepada Allah. Dari sanalah banyak perubahan hidup bermula,” ungkapnya.

Melalui pengajian ini, Nur Alesha tidak hanya menghadirkan ruang ibadah, tetapi juga membangun kesadaran bahwa perjalanan ke Tanah Suci dimulai dari niat yang kuat, doa yang tulus, dan ikhtiar yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
 
 
 

Editor : Muhammad



Berita Terkait