AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ketegangan Trump–Merz Memanas soal Iran

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ketegangan Trump–Merz Memanas soal Iran © mili.id

Mili.id – Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman dalam kurun waktu enam hingga 12 bulan ke depan. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan dikonfirmasi pihak Pentagon pada Jumat (2/5/2026), di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Presiden Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Langkah tersebut disebut sebagai hasil evaluasi menyeluruh terhadap postur militer AS di Eropa, sekaligus mempertimbangkan dinamika keamanan global, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan proses penarikan akan dilakukan secara bertahap dalam satu tahun ke depan.

Baca juga: Iran Bangkit Dua Kali, Selandia Baru Gagal Pertahankan Keunggulan di Laga Sengit Grup G

Keputusan ini tak lepas dari memanasnya hubungan Washington–Berlin. Trump sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap Merz usai pernyataan kanselir Jerman yang menyinggung posisi Iran dalam perundingan internasional. Trump bahkan menuding Merz tidak memahami isu nuklir Iran.

Perselisihan tersebut memicu spekulasi bahwa kebijakan penarikan pasukan merupakan bagian dari tekanan politik AS terhadap sekutu NATO yang dinilai tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Washington, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.

Tidak hanya Jerman, Trump juga membuka kemungkinan menarik pasukan dari Italia dan Spanyol. Ia menilai kedua negara tersebut tidak memberikan dukungan signifikan terhadap strategi AS, termasuk dalam menjaga stabilitas di Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global yang saat ini terdampak ketegangan dengan Iran.

Baca juga: Perang Iran-AS di Ambang Akhir? Menlu Iran Sebut Kesepakatan Damai Bisa Diteken dalam Hitungan Hari

Hingga akhir 2025, tercatat sekitar 36 ribu lebih pasukan AS ditempatkan di Jerman, menjadikannya salah satu basis militer terbesar AS di Eropa. Meski demikian, pemerintah Jerman menyatakan siap menghadapi pengurangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan bahwa komunikasi dengan AS tetap berjalan baik dalam kerangka NATO. Ia juga memastikan bahwa keberadaan pangkalan strategis seperti Pangkalan Udara Ramstein tidak akan terpengaruh.

Baca juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Saling Serang Picu Kekhawatiran Konflik Meluas

Sementara itu, Uni Eropa menilai kehadiran militer AS di kawasan Eropa tetap menjadi kepentingan bersama, sekaligus menyebut Washington sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas keamanan regional.

Di sisi lain, Trump kembali menyindir Merz agar lebih fokus pada penyelesaian konflik Ukraina daripada mencampuri isu Iran, menandakan ketegangan diplomatik yang masih berlanjut di antara kedua negara.

Editor : Redaksi



Berita Terkait