Balia Dua Tahun Tak Tertolog Usai Mobil Itu Tertabrak KA Argo Bromo di Grobogan

Balia Dua Tahun Tak Tertolog Usai Mobil Itu Tertabrak KA Argo Bromo di Grobogan © mili.id

Mobil keluarga terpental usai ketabrak KA Argo Bromo Anggrek di Keradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026).(Polri)

Mili, Grobogan- Pilu seorang balita dua tahun asal Grobogan tak tertolong usai KA Argo Bromo Anggrek menghantam mobil ditumpanginya. Mobil keluarga warna putih itu tetiba terhenti total usai melintas di jalur KA yang hendak dilalui kereta.

Menurut informasi, perlintasan sebidang tersebut sudah berbunyi sinyal akan adanya kereta melintas. Saat proses penutupan pi tu palang, mobil tetap nekat melintas dan mogok.

Baca juga: Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan #FYP Moments

"Sampai akhirnya tabrakkan tak terelakkan. Korban ada 9 satu diantaranya meninggal yakni balita dua tahun," jelas Iptu Arie Kanit Gakkum, Satlantas Polres Grobogan.

Tak hanya korban meningal dunia, delam penumpang lain juga mengalami luka serius dan luka ringan.

Kecelakaan mobil keluarga dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi saat melintasi perlintasan sebidang di Kradenan, sekitat pukul 02.52 WIB usai sembilan orang penumpang mobil menghantarkan keluarga berangkat haji.

Kecelakaan tersebut terjadi diduga lantaran pengendara mobil Avanza nopol H 1060 ZP ini nekat menerobos meski tanda palang pintu mau ditutup.

Kereta Argo Bromo Anggrek dari Arah Jakarta menunu Suraba ini pun tak bisa mengurangi kecepatan dan terjadilan tabrakan.

"Dugaan mobil melintasi perlintasan dan menerobos meski palang kereta sudah ada pertanda bunyi dan hendak ditutup. Sampai akhirnya mesin mobil mati di jalur rel Selatan dan kereta pun menghantam mobil tersebut," paparnya.

Usai tertabrak, mobil putih tersebut terseret dan terpental ke area persawahan. Dalam data kepolisian, korban dalam mobil terdapat 9 prang dari tiga generasi yakni balita, keluarga produktif hingga lansia.

Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya

Hanya saja, untuk balita dua tahun dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat cidera kepala berat (SKB).

Sedangkan delapan orang penumpang lain mengalamj cidera kepala ringan, cidera fisik tangan dan kaki.

"Ada satu korban meningg yakni balita 2 tahun. Yangain cidera ringan dan berat," tandasnya.

Sementara itu pihak KAI Daop IV Semarang menjelaskan bahwa perjalanan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir - Surabaya Pasarturi tertemper mobil di JPL 52 KM 29+800 di jalur hulu antara Stasiun Panunggalan – Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD

Akibat kejadian temperan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna dilakukan pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo Anggrek berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pada pukul 02.56 WIB.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” tambah Luqman.

KAI Daop 4 Semarang mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan.****

Editor : M Priyo Prabowo



Berita Terkait