Siap-siap, Pemkot Surabaya Galakkan Lagi Swab Hunter, Sasar Tempat Keramaian

Siap-siap, Pemkot Surabaya Galakkan Lagi Swab Hunter, Sasar Tempat Keramaian © mili.id

Pelaksanaan Vaksinasi/Foto:Mili/JoA

Mili.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggalakan kembali swab hunter yang akan dilakukan 31 kecamatan, dengan diperbantukan TNI dan Polri. 

 

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Bedanya kali ini, tidak hanya dilakukan swab hunter tapi ada tambahan dengan vaksin hunter. Sasaran dari pada swab nantinya akan mendatangi tempat keramaian dan segenap masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. 

 

Ketika menemukan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes), mereka langsung dibawa untuk diswab, dan apabila belum vaksin, mereka langsung divaksin malam itu juga.

 

Dibukanya sektor usaha, dengan pembatasan tertentu menimbulkan mobilitas masyarakat yang tinggi. Sehingga Walikota Surabaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kita saling mengingatkan ketika bertemu dengan teman, kerabat, saudara, yang beraktivitas di luar rumah tidak abai terhadap prokes.

 

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto Prokes itu menjadi persyaratan mutlak ketika beraktivitas di luar rumah, seperti memakai masker itu wajib. Makanya, ketika makan maskernya dicopot, lalu kalau selesai makan ya dipakai lagi maskernya. Jangan lama-lama copot masker,” kata dia.

 

Sebab itu, demi mengingatkan warga kembali, digalakkanlah kembali swab hunter ditambah dengan vaksin hunter itu, "sehingga apabila ada warga yang melanggar, maka akan diswab sekaligus dipastikan apakah sudah vaksin atau belum. Jika belum, maka akan langsung divaksin malam itu juga." ujar dia

 

Baca juga: Jelang Haji, Eri Minta Semua Aduan Warga Ditangani Cepat

“Percepatan vaksinasi itu harus terus dilakukan, karena itu keinginan Pak Wali Kota yang paling utama. Nah, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi itu, bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan vaksin hunter ini,” tegasnya.

 

Ditambahkan bahwa vaksin hunter itu cakupannya sangat luas. Bisa juga dor to dor, bisa juga wilayah RT yang belum vaksin, bisa juga menyasar ke sana. 

 

"Bahkan, apabila ada resto atau unit tertentu yang ternyata diketahui belum vaksin, maka akan langsung disasar juga." urainya. 

 

Baca juga: 110 Bangunan di Lidah Wetan Masuk Proyek Pelebaran Jalan, Pembebasan Dimulai Tahun Ini

“Jadi cukup luas vaksin hunter ini,” ujarnya.

 

Irvan juga menegaskan bahwa vaksin hunter ini juga menjadi warning bagi warga luar Surabaya yang akan beraktivitas di Kota Surabaya.

 

“Makanya saya ingatkan, kalau bisa vaksin dulu kalau mau ke Surabaya, jika tidak vaksin, ya hati-hati nanti terkena vaksin hunter di Surabaya,” imbuhnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait