Indonesia Kecam Spanduk Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia Gaza

Indonesia Kecam Spanduk Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia Gaza © mili.id

Reruntuhan RSI di Gaza

Mili.id - Aksi pasukan Israel yang memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza menuai kecaman keras dari pemerintah Indonesia. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk provokasi yang tidak dapat dibenarkan.

Berdasarkan laporan Middle East Eye, spanduk itu terlihat terpasang di area bekas Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dekat wilayah Jabalia. Tulisan pada spanduk tersebut berbunyi, “Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa, dan seperti singa mengangkat dirinya.”

Baca juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Saling Serang Picu Kekhawatiran Konflik Meluas

Gambar pemasangan spanduk itu mulai beredar sejak awal pekan melalui sejumlah saluran media sosial yang berafiliasi dengan militer Israel. Narasi yang menyertainya menyebutkan keterlibatan Batalyon 9208 Brigade Negev dalam aktivitas tersebut, bertepatan dengan peringatan nasional Israel.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia langsung menyampaikan protes keras. Dalam pernyataannya, Kemlu menilai penggunaan simbol militer di atas reruntuhan fasilitas kesehatan sebagai tindakan yang sangat provokatif dan melanggar prinsip kemanusiaan.

Baca juga: AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Awal soal Selat Hormuz dan Uranium

“Rumah sakit merupakan fasilitas sipil yang harus dilindungi, bukan dijadikan sarana propaganda atau intimidasi,” demikian pernyataan resmi Kemlu.

Indonesia juga menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu masyarakat Gaza, sehingga tindakan tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga: Drone Picu Kebakaran Dekat PLTN Barakah Abu Dhabi

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran terhadap infrastruktur sipil, khususnya fasilitas medis. Indonesia juga mengingatkan pentingnya mematuhi hukum humaniter internasional yang mengatur perlindungan rumah sakit dan tenaga kesehatan di wilayah konflik.

Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan serta pentingnya perlindungan terhadap fasilitas kemanusiaan di tengah konflik bersenjata.

Editor : Redaksi



Berita Terkait