Mahasiswa BEM Ubaya menyusun mozaik wajah Raden Ajeng Kartini dari ribuan sticky notes dalam rangka peringatan Hari Kartini 2026 di Surabaya, Selasa. (Foto: ANTARA)
Mili.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (BEM Ubaya) menghadirkan karya kreatif berupa mozaik wajah Raden Ajeng Kartini dari ribuan lembar sticky notes berukuran 2,4 meter dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 di kampus setempat, Selasa.
Tak sekadar instalasi seni, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye bertajuk Rise with Kartini yang mengajak seluruh sivitas akademika untuk menuliskan pesan inspiratif dan harapan, sebagai refleksi semangat perjuangan Kartini di era modern.
Mengutip laporan Kantor Berita ANTARA, Presiden BEM Ubaya, Richie Devalino Hari Wibawa, menjelaskan bahwa tema tersebut diangkat untuk mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, agar terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini melalui karya dan kontribusi di bidang akademik.
“Kita harus meneladani Kartini yang berani bersuara, berkembang, dan berkarya. ‘Rise’ melambangkan keberanian untuk bangkit dan menjadi versi terbaik diri, sejalan dengan nilai emansipasi perempuan dalam pendidikan yang diperjuangkan Kartini,” ujarnya.
Proses pembuatan mozaik ini memakan waktu sekitar satu minggu, dimulai dari tahap kurasi gambar Kartini hingga digitalisasi desain menggunakan perangkat lunak Adobe Illustrator. Desain tersebut kemudian dicetak dalam skala besar di atas kanvas sebagai media dasar penempelan.
Sebanyak 10 anggota BEM Ubaya terlibat dalam tahap akhir penyusunan selama dua hari, dengan menempelkan sticky notes berwarna hijau, kuning, merah muda, dan biru hingga membentuk visual wajah Kartini. Meski tidak dihitung secara pasti, jumlah lembar yang digunakan diperkirakan mencapai ribuan.
“Mozaik ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berkarya di momen Hari Kartini. Kami ingin mendorong semangat pemberdayaan, tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga masyarakat secara luas,” kata Richie.
Karya tersebut juga dilengkapi dengan berbagai pesan motivasi yang ditempel di sekeliling mozaik. Pesan-pesan itu ditujukan bagi mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan sebagai simbol semangat Kartini masa kini.
Selain instalasi seni, peringatan Hari Kartini di lingkungan Ubaya turut diwarnai dengan penggunaan kebaya oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan perempuan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan Indonesia.
Editor : Redaksi
