Potongan foto dari video beredar Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang IPB yang bermuatan peleehan seksual.
Mili.id - Sebuah lagu berjudul “Erika” yang dibawakan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang mendadak viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Lagu tersebut dikritik karena dinilai mengandung lirik yang berpotensi melecehkan perempuan.
Menanggapi polemik tersebut, Institut Teknologi Bandung angkat bicara. Pihak kampus menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai etika dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Baca juga: Mahasiswa UINSA Desak Plt Rektor Mundur, Soroti Independensi Pemilihan Pimpinan Kampus
Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief, menyebut kasus ini menjadi refleksi penting bagi kampus untuk memperkuat budaya yang menolak segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual verbal.
“Peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika dan mencegah segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Baca juga: Demo HUT Bhayangkara, Mahasiswa UI Dicegat Polisi Sebelum Tiba di Mabes Polri
Ia menjelaskan, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas beredarnya video tersebut. Organisasi mahasiswa itu juga menegaskan tidak membenarkan konten yang merendahkan individu maupun kelompok tertentu.
Sebagai langkah lanjutan, pihak himpunan telah berkoordinasi untuk menurunkan seluruh konten terkait, baik video maupun audio, dari kanal resmi dan akun yang terafiliasi. Termasuk di dalamnya konten lama yang kembali beredar di ruang publik.
Tak hanya itu, evaluasi internal juga dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek produksi konten, pelaksanaan kegiatan, hingga sistem pengawasan organisasi. Peninjauan ulang terhadap pedoman dan standar kegiatan turut dilakukan agar lebih selaras dengan nilai etika kampus.
Kasus ini menambah daftar perhatian publik terhadap pentingnya pengawasan konten di lingkungan akademik, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi tetap harus sejalan dengan tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap sesama.
Editor : Redaksi
