Mili.id — Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi (16/4) pukul 08.43 WIB. Letusan tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1,6 kilometer di atas puncak gunung.
Petugas Pos Gunung Api (PGA), Ilhamdi Saputra, menyampaikan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur laut.
Baca juga: Sekolah Rakyat Dharmasraya Ditarget Tuntas Juni 2026
“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 08.43 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.600 meter di atas puncak,” ujarnya di Padang.
Ia menambahkan, aktivitas erupsi gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut masih berlangsung saat laporan disusun.
Baca juga: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan, Lebih dari 1 Juta Hektare D
Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi bahaya.
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek. Selain itu, warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari puncak gunung diingatkan untuk mewaspadai potensi lahar dingin, terutama saat terjadi hujan.
Baca juga: Koperasi Kana dan UGM Berkolaborasi Dukung Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Agam
PVMBG juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan, serta tetap menjaga situasi yang kondusif di tengah peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.
Editor : Redaksi
