Jawa Barat

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di TPU Kalimulya 1 Depok, Disrumkin Pastikan Perbaikan

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di TPU Kalimulya 1 Depok, Disrumkin Pastikan Perbaikan © mili.id

Mili.id - Peristiwa longsor yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimulya 1, Kota Depok, dipastikan dipicu oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa jam.

Kepala UPTD Pemakaman Umum Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkin) Kota Depok, Muhamad Iksan, menjelaskan bahwa hujan deras mengguyur lokasi selama sekitar lima hingga enam jam sebelum kejadian, sehingga menyebabkan genangan air dan memicu longsor di area tersebut.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi

"Ini merupakan kejadian yang tidak diharapkan. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, hujan turun sangat deras dalam durasi cukup lama. Secara teknis, kejadian ini masuk kategori force majeure," ujar Iksan, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, pihak Disrumkin tetap mengambil langkah responsif dengan memastikan adanya penanganan lanjutan di lokasi terdampak. Iksan menyebutkan, pekerjaan penurapan di area tersebut masih dalam masa jaminan pemeliharaan, sehingga penyedia jasa konstruksi diminta segera melakukan perbaikan.

"Walaupun ini force majeure, kami tetap mengedepankan solusi terbaik. Penyedia jasa konstruksi telah menyatakan siap merapikan dan memperbaiki area longsor hingga tuntas," jelasnya.

Berdasarkan hasil justifikasi teknis dari konsultan, seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan, telah dilakukan sesuai standar yang berlaku.

Baca juga: Dua Korban Longsor di Bogor dan Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia, BNPB Imbau Warga Waspada Hujan Ekstrem

Struktur dinding penahan tanah berupa pasangan batu kali dengan ketinggian sekitar enam meter juga disebut telah dirancang sesuai kriteria teknis. Selain itu, posisi konstruksi turap ditempatkan di belakang turap eksisting yang sebelumnya dinilai masih layak dan mampu menahan beban.

"Tidak ditemukan indikasi penyimpangan dalam proses pekerjaan. Peristiwa ini murni dipicu faktor alam di luar perhitungan teknis normal," tegas Iksan.

Ia menambahkan, koordinasi antara dinas, konsultan, dan penyedia jasa konstruksi terus dilakukan guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Baca juga: Batu Tebing Longsor Hantam Rumah di Purbalingga, Satu Orang Tewas

Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok juga memastikan akan terus memantau proses perbaikan serta berupaya meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Diketahui, peristiwa longsor di TPU Kalimulya 1 terjadi pada 22 Maret 2026 saat hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.

Editor : Eka Ardimiyati



Berita Terkait