Tim Lajnah Falakiyah NU Surabaya saat melakukan pemantauan hilal penentuan awal 1 Syawal, di Pantai Nambangan Surabaya, Kamis(19/3/2026).
Mili.id– Upaya pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah di Pantai Nambangan, Surabaya, belum membuahkan hasil. Tim rukyatul hilal yang melakukan pengamatan di atas Masjid Al Mabrur menyatakan posisi hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas, Kamis (19/3/2026).
Pengamatan yang dilakukan oleh tim Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama Kota Surabaya menunjukkan bahwa ketinggian bulan saat maghrib hanya sekitar 1 derajat. Angka tersebut dinilai masih di bawah batas minimal imkanur rukyat, sehingga hilal tidak dapat terlihat secara kasat mata maupun melalui alat bantu optik.
Baca juga: LF PBNU Rilis Data Hilal Zulhijah 1447 H, Iduladha 2026 Berpotensi Serentak 27 Mei
Ketua Tim Lajnah Falakiyah MWC NU Kecamatan Bulak Surabaya, Masduki menyampaikan bahwa hasil pemantauan timnya memastikan hilal belum memenuhi syarat. “Ketinggian bulan hanya sekitar 1 derajat, sehingga belum memungkinkan untuk dirukyat,” ujarnya.
Baca juga: Kemenag Aceh Siapkan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H, Hilal Berpotensi Terlihat di Lhoknga
Hasil pemantauan ini selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia. Sidang tersebut menjadi forum resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Syawal dan menentukan hari raya Idul Fitri.
Baca juga: Cuaca Buruk, Pantauan Hilal di Gresik Terancam Tak Maksimal
Dengan kondisi hilal yang belum memenuhi kriteria, besar kemungkinan penetapan Idul Fitri akan menunggu hasil keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Editor : Muhammad
