Tragedi di Ketinggian Surabaya: Pembersih Kaca Apartemen Tewas Dihantam Badai, Seorang Rekan Selamat

Tragedi di Ketinggian Surabaya: Pembersih Kaca Apartemen Tewas Dihantam Badai, Seorang Rekan Selamat © mili.id

Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Pahlawan, Senin (2/3), berubah menjadi tragedi memilukan bagi dua pekerja pembersih kaca tinggi di sebuah apartemen di kawasan Surabaya Barat.

Mili.id — Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Pahlawan, Senin (2/3), berubah menjadi tragedi memilukan bagi dua pekerja pembersih kaca tinggi di sebuah apartemen di kawasan Surabaya Barat. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.12 WIB itu menewaskan satu pekerja, sementara rekannya berhasil diselamatkan dalam kondisi sadar dan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Dilansir dari Detik, Insiden nahas itu terjadi di Tower D2 Waterplace Residents, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Kecamatan Lakarsantri, ketika kedua pekerja berada dalam satu gondola tinggi untuk membersihkan kaca gedung. Cuaca yang semula terlihat mendung tiba-tiba berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang, yang diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diminta Waspada

Menurut keterangan Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, tim gabungan segera melakukan evakuasi setelah mendapat laporan pekerja terombang-ambing di ketinggian. "Satu pekerja berhasil dievakuasi dan dalam keadaan sadar, sementara satu lagi dinyatakan meninggal dunia saat proses evakuasi dari lantai 25," ujar Rokhim di lokasi kejadian.

Identitas korban yang meninggal dunia diketahui bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru, Surabaya. Sedangkan pekerja yang selamat adalah Ribut Boediyanto (56), juga warga Tambak Wedi Baru. Ribut kini dirawat di RS William Booth dengan kondisi stabil.

Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jatim

Data sementara menunjukkan bahwa kedua pekerja sempat terombang-ambing saat gondola kedua yang mereka tumpangi terhenti di lantai 26 akibat hembusan angin yang sangat kuat. Petugas berupaya melakukan penyelamatan melalui lantai terdekat, namun naas menimpa Eddy yang diduga terpental keluar dari gondola saat berusaha mempertahankan posisinya.

Sebelumnya, kondisi cuaca di Surabaya siang itu cukup ekstrem, bahkan menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai titik kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat puluhan kejadian akibat hujan badai yang melanda wilayah tersebut.

Baca juga: Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah Jatim

Pihak kepolisian dan sejumlah instansi terkait kini tengah mendalami penyebab pasti tragedi ini, termasuk kemungkinan adanya kelalaian prosedur keselamatan kerja maupun faktor cuaca ekstrem yang tak terduga. Proses penyelidikan telah dilanjutkan oleh tim Inafis dan Unit Reskrim di Polrestabes Surabaya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait