Baru Gelar PTM, Puluhan Siswa di Tangerang Terpapar Covid-19

Baru Gelar PTM, Puluhan Siswa di Tangerang Terpapar Covid-19 © mili.id

Ilustrasi/Foto:Kemenkes

Mili.id - Seiring diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk sekolah, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar swab acak massal di 18 titik sekolah

 

Baca juga: PPn Bakal Naik 12 Persen, Ini Kata Komisi B DPRD Surabaya

Swab dilakukan untuk melakukan testing dan tracind selama PTM berlangsung. Dari hasil swab yang telah dilakukan, berhasil mengumpulkan sebanyak 873 sampel, baik dari kalangan siswa, guru, hingga petugas sekolah, pada 27-28 September 2021.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengungkapkan, sebanyak 27 warga sekolah terkonfirmasi positif covid-19. Diantaranya, 25 pelajar, satu guru dan satu pegawai tata usaha dari 15 sekolah.

“Hasilnya tidak membahayakan, pasalnya semua yang terpapar tercatat sudah mendapat vaksinasi. Sehingga mereka terekam medis dalam kondisi OTG dan gejala ringan dengan CT value yang tinggi. Maka, potensi penularannya cukup rendah,” ujarnya.

 

Dari data tersebut, apakah bakal berujung pada penundaan PTM sementara? Bila mengacu pada SOP, apabila dalam lingkungan sekolah kedapatan terpapar Covid-19, maka sekolah tersebut harus ditutup untuk sementara waktu. 

 

“Maka, sudah Dindik perintahkan per hari ini, 15 sekolah tersebut ditutup sementara selama seminggu. Dindik sudah koordinasi dengan Dinkes sebagai ahlinya, dan ditentukan penutupan selama dua minggu dinilai cukup,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Dindik), Kota Tangerang Jamaluddin.

Selama penutupan, tegas Jamal sebanyak 15 sekolah akan menjalani sterilisasi, pihaknya juga akan turun langsung ke sekolah guna memperkuat protokol kesehatan serta membangun sarana prasarana pendukung.

“Sebelumnya sekolah yang PTM telah membentuk satgas Covid-19 di masing-masing sekolah. Dengan kejadian ini, seluruh sekolah yang menerapkan PTM diwajibkan membentuk Satgas Covid-19 di setiap kelas tanpa terkecuali,” ujarnya.

Pembentukan Satgas Covid-19 di kelas mendapatkan tanggapan positif Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah. Tanpa ragu lagi, ia mengintruksikan tenaga pengajar harus divaksin. Sebab dia meyakini masih banyak guru yang belum divaksin hingga saat ini.

"Kita mewajibkan yang di sekolah harus divaksin, karena ada beberapa laporan guru yang belum divaksin. Padahal kan semua vaksin sudah bisa untuk beberapa jenis penyakit," tuturnya.

 

Selanjutnya Pemkot Tangerang dalam penanganan kasus ini, melakukan pendampingan isolasi mandiri terhadap 27 warga sekolah mulai dari cek kesehatan hingga obat-obatan. 

Baca juga: Hari Ini Momen Menghormati Dedikasi Para Pahlawan Kesehatan

 

Selain itu, Pemkot Tangerang akan melakukan tracing kontak erat 1:15 ke lingkungan keluarga, sekolah dan sosialnya.

“Dinkes juga sudah menjalin bekerjasama untuk segera menggelar penyemprotan desinfektan ke 15 sekolah yang ditemukan kasus positif covid-19. Dinkes dan Dindik juga sudah rapat evaluasi ke seluruh sekolah PTM, terkait penerapan protokol kesehatan yang harus diperketat,” jelas Dini. 

 

Walau saat ini ada 15 sekolah di stop karena terdapat 27 orang positif terpapar Covid-19. Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah masih merencanakan mengarahkan 51 SMP negeri dan swasta untuk menggelar PTM pada 4 Oktober 2021. 

Baca juga: Anggaran Covid-19 Disoal, AMAK Minta Polda dan Kejati Jatim Periksa Eks Bupati Jember

 

Pemkot Tangerang disebut juga telah melakukan skrining tes Covid-19 dan penelusuran (tracing) kepada murid atau pihak lain di SMP yang menggelar PTM.

"Semua tetap jalan (belajar PTM, Red)," ungkapnya, Kamis (30/9/2021). 

 

Arahan terkait penambahan jumlah SMP yang menghelat PTM di Kota Tangerang, ungkap Politikus Demokrat itu, berasal dari Pemerintah Pusat.

"Kemarin arahannya dari Pemerintah Pusat, silahkan tetap dijalankan. Seharusnya yang ditutup kelas, tapi saya ambil kebijakan ditutup untuk satu sekolah selama 10-14 hari," tuturnya.

"Kalau melihat kasusnya, yang positif ini tanpa gejala karena sudah divaksin. Terus juga kita sudah punya mekanisme untuk testing dan tracing," urai dia.


Editor : Redaksi



Berita Terkait