Warga di sekitar pesisir Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas dalam kondisi tidak utuh, Minggu (8/2/2026) pagi.
Mili.id — Warga di sekitar pesisir Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas dalam kondisi tidak utuh, Minggu (8/2/2026) pagi. Aparat kepolisian menyatakan kasus tersebut tengah dalam penanganan untuk memastikan penyebab kematian dan identitas korban.
Dilansir dari Detik, Mayat ditemukan di Pulau Sembilan, wilayah pesisir Danau Tempe, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, sekitar pukul 08.30 Wita. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tanpa busana dan bagian kepala tidak ditemukan di lokasi.
Baca juga: Dukungan untuk Lirboyo Menguat, PCNU Indonesia Timur Dorong Mukhtamar NU ke-35 Digelar di Pesantren
Kapolsek Tempe AKP Candra Said membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan kondisi jasad saat ditemukan sudah mengalami kerusakan serius sehingga belum dapat dipastikan jenis kelamin maupun identitas korban.
“Benar, ditemukan mayat tanpa busana dan bagian kepala sudah tidak ada. Kondisi tubuh korban tidak utuh sehingga identitasnya belum diketahui,” ujar Candra kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Menurut keterangan kepolisian, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak berlabuh di Danau Tempe. Nelayan tersebut mencium bau menyengat sebelum akhirnya melihat jasad korban di sekitar lokasi penemuan.
“Nelayan yang melintas mencium bau tidak sedap, kemudian mencari sumbernya dan menemukan sosok mayat di pinggir perairan,” jelas Candra.
Baca juga: BGN Tegaskan Relawan SPPG Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, posisi mayat ditemukan terapung dalam keadaan tertelungkup di dekat tumpukan batu di tepi perairan. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Lamaddukkeleng Sengkang.
Pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab kematian serta ciri-ciri khusus pada tubuh korban yang dapat membantu proses identifikasi.
“Hasil pemeriksaan dokter masih kami tunggu, termasuk untuk memastikan penyebab kematian dan mendapatkan petunjuk identitas korban,” kata Candra.
Baca juga: Penikaman di Bontoraya Jeneponto, Korban Alami Empat Luka Tusuk
Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi, termasuk nelayan yang pertama kali menemukan jasad, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui informasi relevan terkait korban agar segera melapor ke aparat setempat guna membantu proses identifikasi dan penyelidikan.
Editor : Redaksi
