Tim SAR gabungan kembali mencatat perkembangan penting dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Mili.id -Tim SAR gabungan kembali mencatat perkembangan penting dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Hingga Kamis (22/1/2026), sebanyak sembilan jenazah korban telah ditemukan, sementara satu jenazah terakhir masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, memastikan capaian tersebut kepada wartawan. “Kita memastikan, kita dapatnya sembilan (jenazah). Tapi apabila besok dapat satu lagi, berarti operasi SAR ditutup karena sudah mendapatkan semua korban,” ujarnya, dikutip dari detikSulsel.
Baca juga: Basarnas Ungkap Kondisi Korban Pesawat ATR 42-500, Harap Keajaiban
Arif menjelaskan, dari total temuan itu dua jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sementara tujuh lainnya tidak utuh. “Hari pertama dan kedua utuh. Hari ketiga ditemukan potongan. Hari ini ditemukan enam, jadi total sembilan. Tinggal satu lagi,” terangnya. Ia menegaskan, enam jenazah yang ditemukan pada hari terakhir pencarian tersebut berada dalam kondisi tidak utuh.
Baca juga: Ponsel Kopilot ATR 42-500 Ditemukan, Basarnas Ungkap Kondisi Lokasi
Operasi SAR direncanakan berlangsung hingga hari ketujuh. Namun, Arif menambahkan, apabila jenazah terakhir berhasil ditemukan lebih cepat, operasi akan langsung ditutup. “Jika ada penemuan korban oleh masyarakat atau pihak lain setelah penutupan, maka operasi yang dibuka adalah evakuasi, bukan pencarian,” pungkasnya.
Baca juga: Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Dikerahkan Seribu Personel, Fokus Jalur Udara dan Darat
Tim SAR gabungan terus mengerahkan seluruh sumber daya dengan medan yang menantang demi menuntaskan proses kemanusiaan ini dan memberikan kepastian bagi keluarga para korban.(*)
Editor : Redaksi
