Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Mili.id - Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa memaparkan, ada empat poin penting tantangan dunia pendidikan yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan (LP) termasuk LP Ma'arif NU.
“Untuk menjawab tantangan pendidikan dunia, maka kualitas pendidikan kita harus dijalankan dengan mengikuti standar kualitas pendidikan internasional. Dan setidaknya terdapat empat poin yang harus betul-betul diperhatikan,” terangnya pada acara Inagurasi dan Penutupan Rakernas LP Ma’arif NU PBNU di Kendedes, Batu - Malang.
Pertama, kata Khofifah, adanya Era Disrupsi, yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses belajar mengajar untuk percepatan adaptasi.
Menurutnya, inovasi jadi kata kunci karena perubahan saat ini, yang menuntut percepatan beradaptasi dengan dinamika perkembangan jaman.
Kedua, adanya Era Globalisasi, dimana standar kualitas sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional. Namun dalam skala global. Sehingga, kualitas pendidikan termasuk LP Ma'arif harus dijalankan mengikuti standar internasional.
Tantangan ketiga, terang Khofifah, yaitu adanya Era Media Sosial, dimana harapan dan tuntutan masyarakat semakin tinggi dan makin mudah diketahui secara luas. Sebagai bagian dari wujud kesadaran masyarakat untuk mencerdaskan putra-putrinya.
Keempat, yaitu adanya Era Gig Economy, dimana ada kecenderungan generasi milenial dengan profesi tertentu. Untuk jadi pekerja temporer yang lebih fleksibel, dan tidak terikat dengan perusaahan tertentu.
Menurutnya, tren ini harus diperkenalkan kepada SMA/SMK dilingkungan Ma’arif.
“Banyak millenials dengan ketrampilan spesifik seperti fotografer, programmer dan ketrampilan spesifik lainnya yang bekerja secara profesional namun dalam jangka waktu pendek. Jadi misalnya kontrak 6 bulan lalu pindah ke korporasi lainnya itu dianggap sudah cukup. Ini bukan kutu loncat. Tapi 6 bulan adalah waktu yang cukup bagi mereka untuk terus mengembangkan karya kreatif dan inovatifnya,” ungkapya.
Ia juga menyampaikan, keberadaan LP Ma’arif meningkatkan kontribusi NU dalam proses penataan kualitas hidup masyarakat , bangsa, negara dan dunia.
Sebab, NU banyak cabang istimewa di dunia. Khususnya, untuk menjelaskan konsep ajaran Islam Rahmatan lil alamin, moderat dan toleran.
“Maka sifat ta’dib harus ada dalam plan of action dari rakornas ini, selanjutnya didetailkan” pungkasnya.
Sementara Ketua LP Ma’arif NU PBNU, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi program kerja tahun-tahun sebelumnya. Kemudian membahas program kerja untuk masa mendatang.
Agenda yang akan dibahas dalam rakernas berkaitan dengan standar pendidikan LP Ma'arif hingga membangun Satuan Tugas (Satgas). Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan perundungan kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan.
“Satgas ini dijuluki sebagai Satgas Ma’arif Bermartabat. Ini merupakan langkah preventif kami untuk mencegah perilaku diskriminatif dan menghormati perbedaan yang ada,” ungkapnya
Selain itu, Rakernas disebutnya sebagai forum merekonstruksi pemikiran dan mensinergikannya guna membentuk peradaban bangsa. “Sehingga akan ada keberlanjutan yang sangat panjang. Karena harta terindah adalah anak kita dan wisata terindah adalah pembelajaran. Harapannya LP Ma’arif bisa jadi lembaga pendidikan terbaik,” harapnya.
Baca juga: Kuliner Terlaris di Grobogan Jawa Tengah, Khas Kambing Muda
Editor : Redaksi
