Pemerintah Finalisasi 21 Cabor Prioritas, Menpora: Tunggu SK Resmi Dirilis

Pemerintah Finalisasi 21 Cabor Prioritas, Menpora: Tunggu SK Resmi Dirilis © mili.id

Menpora Erick Thohir dalam forum pertemuan dengan jajaran pengurus KONI Pusat, di Gd. KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. (KEMENPORA)

Mili.id-Pemerintah tengah merampungkan penetapan 21 cabang olahraga (cabor) yang akan masuk dalam skema Elite Program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Namun Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa daftar final cabor prioritas baru akan disampaikan setelah surat keputusan (SK) resmi diterbitkan.

Erick mengatakan, program ini disusun sebagai bagian dari transformasi besar dalam sistem pembiayaan olahraga nasional. Model yang digunakan disebut meniru praktik negara-negara maju seperti Inggris, yang mengedepankan pendanaan berdasarkan prestasi, transparansi, dan akuntabilitas.

Baca juga: KONI Lampung Tagih Kelanjutan Pembangunan GOR Pengganti Saburai

"Suratnya harus keluar dulu. Setelah itu baru kami umumkan. Program Elite ini menerapkan pola pendanaan seperti di Inggris, yang transparan dan memiliki tolok ukur yang jelas," ujar Erick saat menghadiri agenda di Gedung KONI Pusat, Senayan, Kamis (4/12/2025).

Untuk memastikan pengelolaan dana negara berjalan sesuai aturan, Erick mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung serta BPKP. Tujuannya agar sistem pendanaan setiap cabor memiliki standar evaluasi yang terukur dan bisa diaudit.

Baca juga: Porprov Jabar 2026, Atlet Depok Dibidik Bonus Rp75 Juta per Emas

Menurut Erick, tidak semua cabang olahraga otomatis mendapatkan pendanaan penuh dari pemerintah. Hanya cabor yang masuk daftar prioritas yang berhak memperoleh dukungan dari program Elite.

"Enggak semua cabor dibiayai. Hanya beberapa saja, dan ada sistem promosi-degradasi. Jadi 21 cabor itu bukan berarti otomatis aman, pasti ada evaluasi," tegasnya.

Baca juga: KONI Depok Bidik 10 Besar Porprov, 744 Atlet Lolos Babak Kualifikasi

Erick mencontohkan proses evaluasi dalam SEA Games 2025, di mana seluruh cabor tetap diberangkatkan, tetapi hasilnya akan menjadi dasar pembinaan dan penentuan arah kemandirian masing-masing federasi."Arah akhirnya adalah mandiri. Kalau sudah mandiri, target harus jelas, dan bonus atlet disesuaikan dengan kondisi keuangan negara," tutur Erick.

Ketika ditanya apakah cabor berstatus industri seperti sepak bola, bola basket, dan voli tetap akan masuk dalam daftar prioritas sebagaimana arahan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Erick menyatakan keputusan final tetap menunggu SK. "Ya bisa saja masuk. Tapi tunggu suratnya dulu," jawab Erick.

Editor : Redaksi



Berita Terkait