Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Otak Sejak Dini Lewat Otak-Atik Merah Putih Karya Pens

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Otak Sejak Dini Lewat Otak-Atik Merah Putih Karya Pens © mili.id

Surabaya, mili.id - Suara tawa anak-anak menggema di Kampung Dolanan Simokerto. Di antara deretan permainan tradisional yang akrab di mata, tampak sekelompok siswa SDN Simokerto V Surabaya serius menyusun balok-balok berwarna merah dan putih. Namun kali ini, bukan sekadar permainan biasa ada sentuhan teknologi canggih di baliknya.

Sebanyak 33 siswa kelas 4 dan 5 menjadi ilmuwan kecil dalam program Otak-Atik Merah Putih, sebuah inisiatif unik dari peneliti Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Program ini memadukan permainan tradisional dengan riset kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi penurunan fungsi kognitif secara menyenangkan.

Baca juga: Perkuat kemandirian Ekonomi Daerah, Pens Pamerkan 7 Inovasi Berdikari di Ponorogo

“Permainan ini mengadaptasi Block Design Test, metode psikometri klasik, dan kami kembangkan dengan sensor dan algoritma AI. Lewat permainan ini, sistem bisa menganalisis strategi, kecepatan, dan koordinasi peserta. Semua data itu membantu mendeteksi potensi brainrot secara cepat dan non-invasif,” jelas Ketua Tim Peneliti sekaligus Dosen PENS, Adnan Rachmat Anom Besari, melalui siaran tertulisnya, Sabtu (25/10/2025).

Dengan semangat Squid Game versi edukatif, para peserta berlomba menaklukkan level demi level permainan. Namun bukan untuk bertahan hidup, melainkan mengasah otak. “Kami ingin skrining kesehatan otak bisa dilakukan dengan cara yang inklusif dan menyenangkan,” tambah Anom.

Di sela kompetisi, Muhammad Kevin Aditya, siswa kelas 4 yang gemar pelajaran Bahasa Indonesia, tak kuasa menahan rasa senangnya.

“Seru banget! Biasanya main sama teman-teman, tapi sekarang pakai balok warna-warni. Baloknya bisa disusun dan empuk kayak bantal,” ujarnya.

Baca juga: PENS Gandeng SMK Kembangkan Teknologi Inovasi Peternakan Berbasis IoT di Ponorogo

Di penghujung acara, senja mulai turun di Kampung Dolanan. Namun keceriaan masih berlanjut, seolah menyiratkan harapan baru: bahwa teknologi bukan musuh bagi tradisi melainkan sahabat yang bisa berjalan beriringan, menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan kecerdasan generasi masa depan.

Tak hanya anak-anak, para guru pendamping dan warga sekitar pun ikut tersenyum menyaksikan semangat para peserta. Lurah Kenjeran, Anis Pudji Astutik, hadir memberikan dukungan, bersama Mustofa Sam, alumni PENS sekaligus penggagas Kampoeng Dolanan.

“Mewakili anak-anak dan Kampoeng Dolanan, kami berterima kasih atas hibah balok dan kegiatan ini. Harapannya, tradisi bermain anak-anak tetap lestari, sekaligus mengikuti perkembangan teknolog,” kata Mustofa.

Baca juga: Agri Dash V.0.0 PENS Dapat Respon Positif di Blitar, Dorong Transformasi Pertanian Berbasis Data

Inisiatif Otak-Atik Merah Putih juga mendapat dukungan dari Program TeraSaintek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikdiktek). Melalui program ini, hasil riset perguruan tinggi diharapkan dapat hadir langsung di tengah masyarakat, menjembatani dunia akademik dan kehidupan nyata.

Lebih dari sekadar penelitian, kegiatan ini menyalakan kembali semangat bermain yang mulai pudar di tengah gempuran gawai. Anak-anak kembali berinteraksi, berpikir kritis, dan tertawa bersama—hal sederhana yang justru menjadi kunci kecerdasan emosional dan sosial mereka.

Editor : Fahrizal Tito



Berita Terkait