Para Wanita Peserta Arisan Anti Mainstream di Mojokerto Minta Maaf

Para Wanita Peserta Arisan Anti Mainstream di Mojokerto Minta Maaf © mili.id

Wanita peserta arisan antimainstream ketika meminta maaf (Foto: IST)

Mojokerto, mili.id - Sejumlah wanita peserta arisan anti mainstream di Mojokerto yang viral, akhirnya minta maaf.

Permintaan maaf itu mereka sampaikan, setelah dijemput Satlantas Polres Mojokerto Kota.

Baca juga: Viral Arisan Anti Mainstream Enam Wanita di Mojokerto

Aksi arisan on the road 6 wanita itu dilakukan di atas kendaraan terbuka, sehingga membahayakan.

Empat dari enam wanita dalam video viral itu menyampaikan permintaan maaf atas konten yang mereka buat.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @rgtap3 sempat ramai di jagat maya. Dalam unggahan itu terlihat sejumlah wanita duduk di atas bak pikap sambil menggelar arisan keliling di kawasan Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Pemilik akun sekaligus pembuat konten, Regita membantah tudingan bahwa mereka menggelar arisan on the road di atas mobil polisi. Dalam pernyataannya kepada pihak kepolisian, ia mengaku khilaf dan menyesal telah membuat konten yang berpotensi menyesatkan publik.

“Saya Regita, pemilik akun TikTok @rgtap3 yang kemarin meng-upload video arisan on the road di Mojokerto di atas mobil pikap, sehingga menjadi viral. Sebenarnya yang saya lakukan itu salah dan tidak patut dibuat konten, karena kendaraan pikap digunakan untuk barang,” ujar Regita dalam klarifikasinya, Kamis (23/10/2025).

Ia juga menegaskan bahwa kendaraan yang digunakan bukan milik kepolisian, melainkan mobil sewaan.

“Itu semua tidak benar, karena mobil tersebut murni kendaraan sewa. Oleh karena itu, saya memohon maaf kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia atas viralnya video saya dan ketidakteduhan yang sudah saya buat. Terima kasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” imbuhnya.

Sementara Kanit Turjawali Polres Mojokerto Kota, Ipda Slamet Haryono mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam membuat konten di jalan raya.

'Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila membuat konten tetap mematuhi aturan lalu lintas, patuhi rambu-rambu, dan jaga keselamatan baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” kata Ipda Slamet.

Satlantas Polres Mojokerto Kota juga memastikan tidak ada pelanggaran berat dalam kejadian itu, karena aktivitas dilakukan di area perumahan alias tertutup. Namun demikian, para pelaku tetap diberikan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Video “arisan on the road” yang diunggah di TikTok itu telah ditonton ribuan kali dan menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyebut aksi tersebut sebagai bentuk arisan “anti mainstream” yang unik tapi berisiko.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait