Jumlah Jenazah Korban Ponpes Ambruk yang Teridentifikasi Kini Jadi 34

Jumlah Jenazah Korban Ponpes Ambruk yang Teridentifikasi Kini Jadi 34 © mili.id

Polda Jatim saat merilis jumlah korban ponpes ambruk yang berhasil teridentifikasi. (Dok. Humas Polda Jatim).

Surabaya, mili.id - Tim DVI Polda Jatim merilis jumlah jenazah korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk yang teridentifikasi.

Berdasarkan data hingga malam ini, Selasa (7/10/2025), total sudah ada 34 jenazah yang teridentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima.

Baca juga: Tangan Palsu untuk Nur Ahmad, Santri Surabaya Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan menyatakan bahwa proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dengan melibatkan sejumlah ahli forensik dan dokter spesialis dari Bidokes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jatim, serta para pakar dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

"Tim DVI bekerja 24 jam penuh. Setiap proses dilakukan dengan sangat hati-hati, akurat, dan penuh rasa hormat terhadap para korban," jelasnya.

Baca juga: Tim DVI Polda Jatim Tuntaskan Identifikasi 63 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Ambruk

Khusnan menegaskan bahwa tim masih terus melakukan proses pendalaman data antemortem dan postmortem, termasuk pencocokan DNA terhadap beberapa kantong jenazah yang belum teridentifikasi.

"Kami ingin memastikan setiap jenazah mendapatkan identitas yang benar sebelum diserahkan kepada keluarga. Ini bukan hanya tugas medis, tapi juga tanggung jawab kemanusiaan," tuturnya.

Baca juga: Update Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Ambruk: 58 Diketahui, Kini Tinggal Lima

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan apresiasi kepada keluarga korban yang dengan sabar menanti hasil identifikasi, serta kepada seluruh pihak yang turut membantu, termasuk relawan hingga media.

"Kami mohon doa agar seluruh korban segera teridentifikasi. Kepastian ini sangat penting bagi keluarga yang menunggu," katanya.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait